Suara Buruh Tidak Untuk Jokowi

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Dukungan kaum buruh kepada Prabowo adalah pilihan yang tepat. KSPI menilai, sampai saat ini kebijakan pemerintah dirasa tidak berpihak kepada kaum buruh.

“Sebetulnya Presiden Jokowi tidak asing lagi bagi kami buruh Jakarta,” ucap Winarso, Ketua DPW FSPMI DKI menjelaskan.

“Beberapa kali kita bersentuhan langsung dengan Pak Jokowi ketika dia menjabat ebagai Gubernur DKI Jakarta. Ada bagusnya tapi lebih banyak buruknya sih,” tandas Winarso menambahkan.

Winarso yang juga Ketua Perda KSPI DKI ini mencoba menjelaskan sedikit pengalamannya ketika bertemu dengan Jokowi. Yang ketika itu terkait dengan penetapan UMP DKI pada tahun 2013 dan penolakan terhadap penangguhan UMP DKI di beberapa perusahaan.

“Kita bertemu lalu mulai dari berdikusi hingga akhirnya melakukan somasi Gubernur DKI waktu ini, tapi tetap saja tidak ada keberanian dari Jokowi untuk berpihak kepada kaum buruh,” tutur Winarso.

“Jadi saya rasa kita kaum buruh tidak mau lagi jatuh di lubang yang sama, karena pengalaman pahit kita ketika Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta.” lanjutnya.

“Capek kita cuma sebatas sosial dialog tapi gak pernah ada langkah kongkrit yang berpihak kepada kita. Sudah jelas-jelas kita landasannya benar, ada aturannya tapi tetap saja keputusan akhirnya tidak adil.” ujar Winarso kembali memaparkan.

“Kalau bercandaan kawan-kawan buruh di sini, ‘mau dua periode ya ngaca Mas’ penuhi dulu janji-janji kampanye lalu.” tambahnya.

“Karena buruh tahu tidak ada satupun janji Jokowi yang terealisasi, kecuali janji dia kepada investor dan pengusaha asing.” pungka Winarso ketika di Wawancarai kontributor Koran Perdjoeangan Online di rumah Perdjoeangan DPW FSPMI DKI Jakarta hari ini (13/8).

(rma/jim).