Strategi Pengorganisasian Serikat Pekerja, Kunci Membesarkan dan Menguatkan FSPMI di Pabrik

Strategi Pengorganisasian Serikat Pekerja, Kunci Membesarkan dan Menguatkan FSPMI di Pabrik

Bandung, KPonline – Pengorganisasian menjadi napas utama gerakan serikat pekerja. Tanpa strategi yang tepat, serikat sulit tumbuh, apalagi mempertahankan militansi anggotanya.

Dikutip dari materi Training Organizing FSPMI bersama Nuryasin, S.H., vice presiden DPP FSPMI, berikut kerangka strategi pengorganisasian serikat pekerja yang harus dijalankan FSPMI yang disampaikan pada Training organizing di Bandung Jum’at – Minggu, 26 – 28 Juni 2026.

Langkah awal sebelum masuk. Organizer wajib menguasai data antara lain : jumlah pekerja, status PKWT/PKWTT, vendor, isu utama di pabrik, sampai peta relasi antar pekerja. “Tidak ada organizing buta. Masuk pabrik harus bawa data, bukan hanya semangat,” tegas Yasin

Cari pekerja yang vokal, dipercaya teman, dan punya keberanian. Mereka disebut agitator alamiah. Dari sinilah PUK baru akan lahir. Pendekatan dilakukan 1 lawan 1, diskusi ringan, sampai membangun kepercayaan.

Selanjutnya Sadarkan, Bukan Rekrut Paksa. Anggota direkrut setelah paham. Perlu disampaikan materi dasar : UU Ketenagakerjaan, hak normatif, fungsi serikat, dan bahaya union busting. Untuk menumbuhkan kesadaran kelas, bukan sekadar menambah KTA.

Setelah basis mencapai 20-30% pekerja sadar, lakukan rapat pembentukan PUK. Pilih pengurus yang jujur, ikhlas, dan aktif sesuai filosofi kepalan tangan. Segera daftarkan ke Disnaker dan beritahukan ke PP SPA FSPMI.

Mengacu filosofi kepalan tangan buruh serikat pekerja akan kuat jika Anggota banyak/basis massa kuat, Pemimpin berkualitas/komando terpercaya, Dana cukup/mandiri dan tidak tergantung, Punya sekretariat/rumah perjuangan, Beraktivitas terus/organizing, education, action jalan

Bukti keberhasilan organizing bukan jumlah KTA, tapi PKB sebagai benteng hukum yang mengunci upah, K3, jam kerja, dan hak-hak lain di perusahaan lalu Kawal Isu K3 dan Kepastian Kerja.

Di era smelter dan industri berat, isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja jadi pintu masuk utama. Keselamatan dan kesehatan itu paling penting. (Yanto)