Serius, Demi Upah 2018. Buruh Sidoarjo akan Menginap di Pendopo Bupati!

  • Whatsapp

Sidoarjo, KPonline – Pukul 13.40 wib hujan turun sangat lebat hari ini di Sidoarjo. Masa aksi pejuang upah buruh sidoarjo sudah tiba di gerbang kantor Bupati Sidoarjo.

Disela – sela derasnya hujan , mobil komando masih tetap bersuara. Yang sebelumnya mereka menyisir masa aksi dari kantung – kantung industri yang ada di Sidoarjo.

Suara serak parau para orator masih tetap kencang bersuara silih berganti.

Menyuarakan tuntutan – tuntutan utamanya tentang penetapan upah minimum Sidoarjo yang sedianya ditetapkan untuk dilaksanakan pada tahun 2018. Baik upah minimum kabupaten/kota (umk) maupun upah minimum sektoral kabupaten/kota (umsk).

Aksi hari ini Senin 13 November 2017 adalah merupakan aksi – aksi lanjutan yang dilakukan sebelumnya.

Pada aksi sebelumnya tepatnya 10 November 2017, buruh Sidoarjo merasa dibohongi oleh depekab Sidoarjo. Karena sebelumnya dewan pengupahan telah sepakat dengan mengusung rekomendasi umk sebesar Rp 3.710.516 dan umsk untuk kelompok 1: 11% kelompok 2: 8% serta kelompok 3: 6%.

Namun dalam rekomendasi yang dikirim ke depeprof tidak sesuai dengan rekomendasi yang sebelumnya telah disepakati bersama pekerja buruh. Maka pada aksi 10 November kemarin yang selesai pukul 18.00 para delegasi SP/S  yang tergabung dalam aliansi PPBS melanjutkan pengawalan perjuangan upah dengan mendatangi depeprof yang sedang rapat di Tretes Pasuruan membahas usulan rekomendasi upah dari daerah – daerah.

Mereka mendesak agar depeprof mengembalikan usulan rekomendasi yang dari kabupaten Sidoarjo. Usulan rekomendasi yang dimaksud pun akhirnya berhasil dipaksa dikembalikan ke pemerintah Sidoarjo.

Maka pada aksi Senin, 13 November 2017 ini tuntutan para pekerja buruh adalah membuat rekomendasi baru yang sesuai keinginan tuntutan pekerja buruh yang sudah kami sampaikan di atas.

Menurut para pemimpin sp/sb yang tergabung dalam presidium PPBS, jika pemerintah Sidoarjo tidak menyelesaikan rekomendasi yang baru maka para pekerja buruh bertekad siap menginap di pendopo alun – alun Sidoarjo.

Sampai tuntutan para pekerja buruh Sidoarjo disepakati oleh pemerintah Sidoarjo dengan resiko apapun yang terjadi. Sekalipun dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian sekalipun. Bukan itu saja, para pemimpin sp/sb juga menginstruksikan agar anggota – anggota mereka yang masih bekerja pada shift pagi agar merapat ke alun – alun Sidoarjo sedianya setelah selesai bekerja. Kepung kantor bupati Sidoarjo tegas mereka.

(Suhadi ,Sidoarjo)

Caption : Garda Terdepan PPBS (Garda Metal,Laskar SPN,Brigade SPSI,Satgasus RTMM) menggoyang gerbang Pendopo Bupati Sidoarjo. (Foto oleh Wandoyo Oyod)