Sidoarjo, KPonline – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPLP FSPMI), Ganang, S.H., melakukan kunjungan langsung ke lokasi aksi unjuk rasa PUK SPLP FSPMI PT Sari Murni Jaya yang bertempat di depan gerbang PT Sari Murni Jaya pada Jumat, 24 Juli 2026.
Kunjungan ini dilakukan guna memberikan penguatan secara langsung kepada para anggota dan aliansi solidaritas yang tengah berjuang di bawah tenda perjuangan. Dihadapan massa, Ganang menyampaikan orasinya menggunakan pengeras suara dari mobil komando untuk merespons berbagai persoalan yang tengah dihadapi anggotanya.
Aksi unjuk rasa dan perjuangan buruh ini dipicu oleh sejumlah permasalahan serius yang dilakukan oleh pihak manajemen, yang meliputi:
1. Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 3 pengurus serikat pekerja.
2. Adanya permasalahan kekurangan upah.
3. Pelanggaran ketentuan jam kerja yang merugikan.
Dalam kunjungannya, Ganang menyampaikan salam dan pesan khusus dari Ketua Umum PP SPLP FSPMI agar seluruh anggota senantiasa menjaga soliditas serta tetap berada dalam satu komando perjuangan. Lebih lanjut, ia memaparkan empat poin instruksi penting:
1. Satu Pemahaman
Memastikan seluruh anggota memiliki pemahaman yang sama dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
2. Optimalisasi Lembaga Negara
Memaksimalkan penggunaan fungsi aparatur negara serta lembaga terkait, mulai dari pengawasan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Bupati, DPRD, hingga Ombudsman.
3. Esensi Mogok Kerja
Mengingatkan bahwa mogok kerja merupakan alat perjuangan, bukan tujuan akhir dari sebuah pergerakan.
4. Membawa permasalahan ini ke Tingkat Nasional: Pimpinan Pusat menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti komunikasi tingkat tinggi ke pimpinan pusat Momogi Group maupun kepada Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, apabila dibutuhkan dan telah mendapatkan pelimpahan kuasa dari PUK serta PC.
Tidak berhenti di situ, Ganang juga menegaskan bahwa Pimpinan Pusat bahkan siap turun tangan memimpin langsung aksi unjuk rasa ke Bogor apabila eskalasi penyelesaian permasalahan ini menuntut langkah tersebut.



