Subang, KPonline–Sekretaris Nasional (Seknas) Garda Metal, Isnaini Marzuki, mengajak seluruh peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) untuk membangun kepemimpinan yang berlandaskan perubahan pola pikir, mental, dan kepedulian terhadap organisasi.
Ajakan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut yang digelar di kawasan wisata Curug Capolaga, Kabupaten Subang, Sabtu (4/7/2026).
Isnaini mengaku merasa bangga sekaligus tertantang dapat hadir di tengah para kader PUK Hino. “Nama Hino sudah sangat dikenal di lingkungan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), khususnya di Jawa Barat bahkan secara nasional,” ujar Isnaini.
Menurutnya, siapa yang tidak kenal Hino di FSPMI? Bagi kami, Hino adalah salah satu PUK yang memiliki sejarah perjuangan dan militansi yang tidak perlu diragukan lagi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tujuan LDK kali ini bukan lagi mengasah kemampuan fisik atau semangat perjuangan semata.
Karena, kata Isnaini, kekuatan tersebut sudah dimiliki para kader Hino. Yang perlu dibangun saat ini adalah kekuatan mental, pola pikir (mindset), serta kesiapan psikologis dalam menjalankan amanah organisasi.
“Kita tidak akan banyak belajar soal fisik. Yang ingin kita bangun adalah mental, mindset, dan psikologis kader. Sebab kalau bicara militansi, Hino sudah tidak diragukan lagi,” katanya.
Isnaini menilai PUK Hino memiliki sumber daya manusia yang sangat besar. Namun potensi tersebut akan sia-sia apabila tidak dibarengi dengan kepedulian terhadap organisasi.
Ia mengingatkan agar setiap pengurus maupun anggota tidak terjebak pada sikap egois, hanya mementingkan kepentingan pribadi maupun kelompok, sementara kepentingan organisasi diabaikan.
“Jangan sampai sumber daya yang begitu besar menjadi mubazir hanya karena kita tidak mau mengeluarkan kemampuan terbaik. Jangan hanya menuntut hak, tetapi lupakan kewajiban kepada organisasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Isnaini juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada pengurus inti.
Menurutnya, sebanyak 23 orang pengurus PUK tidak akan mampu menjalankan organisasi tanpa dukungan puluhan kader lainnya yang siap menjadi pelapis kepemimpinan.
“PUK tidak akan bisa berjalan sendiri. Organisasi membutuhkan kader-kader yang siap mengambil tanggung jawab dan menjalankan instruksi organisasi dengan penuh kesadaran,” ujarnya.
Selama pelaksanaan LDK, Isnaini mengajak para peserta melakukan evaluasi diri secara mendalam. Mereka diminta Isnaini untuk merenungkan apakah selama ini masih bersikap acuh terhadap organisasi, lebih mengutamakan kepentingan pribadi, enggan menjalankan instruksi, atau bahkan lebih memilih mengejar kepentingan lain dibanding menjalankan amanah sebagai aktivis serikat pekerja.
Isnaini mengungkapkan, perubahan organisasi selalu diawali dari perubahan setiap individu.
“Kalau kita sendiri tidak mau berubah, siapa pun yang memberikan materi dan motivasi tidak akan menghasilkan apa-apa. Perubahan harus dimulai dari diri kita masing-masing,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta membuka hati untuk menerima setiap masukan selama pelatihan berlangsung. Dengan demikian, tujuan LDK untuk mencetak kader-kader yang lebih matang secara mental dan kepemimpinan dapat tercapai.
Sebagai bentuk komitmen terhadap hasil pelatihan, Isnaini pun kembali mengungkapkan bahwa seluruh peserta nantinya akan diminta menandatangani pernyataan sikap sebagai bentuk kesiapan melakukan perubahan setelah mengikuti LDK.
Karena, kata Isnaini, langkah tersebut penting agar pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar melahirkan perubahan nyata ketika para peserta kembali menjalankan aktivitas organisasi maupun pekerjaan di perusahaan.
“Harapan kami sederhana, setelah mengikuti pelatihan ini ada perubahan nyata. Saat kembali bekerja pada hari Senin nanti, para peserta sudah memiliki semangat baru, pola pikir yang lebih baik, serta komitmen yang lebih kuat untuk membesarkan PUK dan FSPMI,” pungkasnya.