Subang, KPonline-Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di kawasan alam Capolaga, Subang. Sabtu, (4/7/2026).
Kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk menempa fisik dan mental, tetapi juga membangun kesadaran kritis para peserta dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

Sebelum materi pendidikan dimulai, Sugeng Yulianto, salah satu jajaran pengurus Garda Metal Nasional FSPMI, membagikan pengalamannya yang berharga sekaligus menjadi alarm pengingat bagi seluruh peserta.
Ia menceritakan masa lalunya saat bekerja di Panasonic Bekasi, sebuah perusahaan besar yang produktif dan menguntungkan, namun berakhir dengan penutupan yang tak terduga.
“Jangan terlena terhadap keadaan. Sebelum perusahaan tempat saya bekerja dinyatakan ditutup, kami bahkan masih lembur sebelum dan sesudah hari raya. Kerja seminggu setelah liburan, pabrik ditutup. Padahal dari segi keuntungan dan produktivitas, kami sangat tinggi,” kenang Sugeng di hadapan para peserta LDK.
Sebagai mantan pengurus PUK Bidang Hubungan Industrial kala itu, Sugeng pun menceritakan betapa kuatnya posisi tawar serikat pekerja zaman dulu, dimana manajemen bahkan tidak akan mem-PHK karyawan yang bermasalah sebelum ada rekomendasi dan pendekatan dari PUK. Namun, kekuatan itu tetap tidak bisa membendung kepastian bahwa dinamika bisnis bisa berubah kapan saja.
“Intinya, yang namanya orang bekerja itu pasti akan menghadapi PHK. Saat ini kita masih nyaman, produksi masih banyak, lemburan tinggi, tapi kita tidak pernah tahu ke depan. Tentu kita berdoa agar PT Hino tetap ada, jaya terus, dan lemburan ada terus sampai kawan-kawan pensiun. Tapi kita harus tetap bersiap,” tegasnya.