Salut, Meski Sedang Tak Digaji Buruh Perempuan PUK Delta Fashindo Swadaya Gelar Bukber Dan Konsolidasi

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Ditengah kegalauan, perempuan buruh militan PUK SPAI PT. Delta Fashindo mengadakan konsolidasi sekaligus buka bersama (29/5) di area perusahaan. Para pekerja di PUK Delta Fashindo yang sampai saat ini belum juga di bayar gajinya hingga saat ini masih melakukan jaga aset secara bergantian dari pagi sampai ke pagi lagi mereka silih berganti melakukannya.

Di tengah terhimpitnya ekonomi karena belum juga ada tanda tanda itikad baik pihak perusahaan, mereka masih melakukan konsolidasi disertai buka bersama untuk terus mensolidkan seluruh anggota dan PUK
di bulan puasa ini. Konsolidasi dilakukan untuk menentukan langkah kedepannya dengan mengikuti arahan perangkat PC SPAI.

Bacaan Lainnya

Dengan adanya konsolidasi ini para buruh perempuan sektor garmen ini tampak dengan tegar menghadapi masalah ini, masih solid dan kompak meskipun sudah tidak di gaji.

PC SPAI akan melakukan beberapa langkah ke depan, diantaranya menyiapkan data data guna persiapan bila lanjut ke PHI. Surat somasi dari perusahaan yg di tujukan ke puk sudah dua kali di layangkan bahwasannya puk seharusnya menekan kepada PT Delta Fashindo bukan PT Muwon dan pihak perusahaan melarang puk untuk mendata aset yang ada di PT Muwon karena belum ada putusan dari pengadilan alasan pihak perusahaan.

Dengan konsolidasi ini untuk merapatkan barisan agar puk dan anggota kuat dan tidak takut dengan intimidasi serta ancaman perusahaan.
Perangkat PC SPAI FSPMI DKI Jakarta, Yayan yang hadir di saat konsolidasi PUK PT Delta Fashindo memberi arahan untuk langkah kedepannya. PB dan anjuran disnaker yang di buat pasca demo perusahaan mangkir tidak mau membayarkan haknya para karyawan tersebut hingga saat ini.

Perjuangan buruh perempuan ini patut sebagai contoh walau mereka sudah tidak menerima gaji namun masih semangat dalam menuntut haknya yang diabaikan perusahaan.

“Kami lebaran di Jakarta tidak akan pulang kampung sebelum hak hak kami di bayarkan.” begitu ucap salah satu PUK yang tak mau di sebut namanya.

(omp/jim).

Pos terkait