Surabaya, KPonline – Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini kembali menjadi momentum besar bagi kaum pekerja di Kota Surabaya untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan mereka. Aksi May Day 1 Mei 2026 yang berlangsung penuh semangat ini diikuti oleh berbagai elemen buruh, termasuk anggota SPAI FSPMI PUK PT ISS Indonesia Jawa Timur yang turut ambil bagian dengan kekuatan sebanyak 157 orang.
Titik kumpul aksi dipusatkan di Jalan Ketintang Baru IV, Kecamatan Gayungan, sejak pagi hari. Para peserta aksi mulai berdatangan dengan mengenakan atribut serikat pekerja, membawa spanduk, bendera, serta berbagai poster berisi tuntutan dan harapan bagi kesejahteraan buruh. Suasana penuh semangat dan solidaritas terlihat jelas, mencerminkan kuatnya tekad perjuangan kaum pekerja.
Aksi kemudian dilanjutkan dengan long march yang menempuh rute cukup panjang, dimulai dari kawasan Jalan Bubutan No. 1–7, Kecamatan Bubutan, hingga menuju Kantor Gubernur Jawa Timur yang berada di Jalan Pahlawan No. 110. Sepanjang perjalanan, para buruh dengan tertib berjalan kaki sambil menyuarakan orasi, menyanyikan lagu perjuangan, serta menyerukan tuntutan mereka kepada pemerintah.
Ketua SPAI FSPMI PUK PT ISS Indonesia Jawa Timur, Ahmad Musta’in S.H dalam orasinya menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak boleh berhenti. Ia mengajak seluruh anggota untuk tetap konsisten dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Tetaplah berjuang tanpa lelah, teruslah berjuang tanpa batas dan tidak mengenal hujan. tegasnya di hadapan massa aksi.
Lebih lanjut, Ahmad Musta’in S.H., menjelaskan bahwa May Day bukan sekadar perayaan, melainkan simbol perjuangan panjang kaum buruh di seluruh dunia. Ia menekankan bahwa Hari Buruh Internasional merupakan momentum penting bagi para pekerja dari berbagai sektor, daerah, dan wilayah untuk menyuarakan keluhan terhadap kebijakan yang dinilai masih merugikan dan belum sepenuhnya berpihak kepada buruh.
“May Day adalah hari di mana seluruh buruh di dunia bersatu, menyuarakan aspirasi, dan memperjuangkan keadilan. Dengan mengikuti aksi ini, kita ikut berkontribusi dalam perjuangan yang akan dikenang dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh kaum buruh,” ujarnya.
Menariknya, dalam aksi kali ini terlihat keterlibatan keluarga para buruh. Beberapa peserta bahkan mengajak pasangan dan anak-anak mereka, termasuk yang masih berusia di bawah 10 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan buruh bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga demi masa depan generasi berikutnya.
Dalam tuntutannya, SPAI FSPMI PUK PT ISS Indonesia Jawa Timur menyoroti sejumlah isu penting yang dinilai sangat berdampak bagi kesejahteraan buruh. Salah satu poin utama adalah harapan agar pemerintah dapat menghapus pajak yang selama ini dikenakan pada penerimaan seperti THR dan pesangon. Selain itu, mereka juga menuntut agar anak-anak buruh mendapatkan akses pendidikan yang layak, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.
Aksi May Day 2026 di Surabaya ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para buruh berharap bahwa suara yang mereka gaungkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi benar-benar didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah, termasuk oleh Presiden, demi terciptanya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja di Indonesia.
Momentum ini kembali menegaskan bahwa perjuangan buruh adalah perjalanan panjang yang membutuhkan persatuan, keberanian, dan keteguhan hati. Di tengah teriknya matahari maupun hujan yang mungkin menghadang, semangat kaum buruh tetap menyala tak tergoyahkan oleh keadaan.



