Mojokerto, KPonline – 1 Mei merupakan Hari buruh Internasional yang biasa di sebut Mayday. Buruh FSPMI Mojokerto sendiri telah bersiap untuk menggruduk kantor Gubernur Jawa Timur pada Jumat 1 Mei 2026.
5000 Masa aksi bergabung dan berkumpul di jalan raya sebelah selatan gerbang Ngoro Industri Persada (NIP) Mojokerto. Mulai dari PUK Indomarco Jombang, PUK Indonesia tri sembilan, PUK woonam, PUK pabrik kertas Indonesia (pakerin), PUK Hyung Do, PUK Profil, PUK Okamoto, PUK Marfuji kenzai , PUK Hakamata, PUK Prada, PUK Surabaya Autocomp Indonesia (SAI), PUK Cort, PUK Kurnia anggun, dan PUK Prima Sukses. Semua masa aksi bergabung dan mengikuti arahan dari Komando dan Garda metal.
Konsulat Cabang FSPMI Mojokerto Ardian Safendra berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Mojokerto yang selalu bersama buruh untuk membangun Mojokerto dengan menurunkan tingkat pengangguran terbuka minimal 80% agar investor yang masuk ke Mojokerto bisa di rasakan khususnya oleh warga lokal Mojokerto. Ia juga meminta untuk memberikan perlindungan kerja bagi buruh perempuan yang selama ini termarjinalkan tidak mendapatkan cuti Haid, cuti hamil sesuai dengan aturan, dan bekerja malam hari tanpa ada perlindungan ketenagakerjaan di wilayah NIP.
Ardian juga berharap dengan adanya Rancangan Peraturan Daerah mojokerto (Raperda Ketenagakerjaan) yang baru ini, hubungan pemerintah kabupaten Mojokerto,buruh dan masyarakat menjadi sinergi yang tidak terputus karena buruh tanpa pemerintah tidak ada apa-apanya begitu sebaliknya. Setelah Mayday ini buruh FSPMI akan memberikan analisa kritis untuk bupati Mojokerto agar mengawal dan merikan arahan agar Raperda ketenagakerjaan ini berjalan lancar.
Tujuan masa aksi hari ini adalah ke kantor Gubernur Jawa Timur. Sebelumnya dilakukan sholat Jumat di Masjid Al Akbar Surabaya dilanjut longmarch ke kantor Gubernur Jawa Timur dan bergabung dengan masa aksi dari berbagai daerah yaitu Sidoarjo, Pasuruan,gresik dan Surabaya.