Renungan Jiwa Seorang Leader: Kuat Mental Menghadapi Kehidupan

  • Whatsapp

Karawang, KPonline – Hari kedua tanggal 11 Nopember 2018 di Pendidikan Leadership PUK SPAMK FSPMI PT. Atsumitec Indonesia dan PUK SPAI FSPMI PT. Santos Jaya Abadi di mulai dari Pukul 03.00 Wib pagi, Minggu (11/11/2018).

Pagi ini semua peserta dibangunkan satu per satu oleh panitia dan di kumpulkan jadi satu di pinggir kolam yang berisi air begitu dingin. Dengan berpakaian kaos oblong dan celana training dan ikat kepala berwarna putih bertuliskan nama Kerbau, Kodok, Ayam, dan Kucing.

Bacaan Lainnya

Lalu peserta satu persatu diintruksikan masuk ke dalam kolam. Tampak semua berteriak “dingin, dingin, dingin”. Serentak

Setelah beberapa lama lalu peserta pun di minta untuk keluar dari kolam dan memasuki aula kembali dengan memakai baju yang basah kuyup untuk melanjutkan pendidikan yang kali ini di pandu oleh M. Irfan Alhujaj dan Edwinsyah.

Sesampai di aula, peserta dikumpulkan kembali dalam posisi duduk dan mata tertutup, relax, dan di minta jangan sampai tertidur. Lalu dengan nada nada sayup sayup dan terkadang dengan nada berbicara irama yang lantang dan di iringi pula musik sendu serta M. Irfan Alhujaj atau biasa di panggil Bagoy mulai dengan sesi renungan jiwanya yang sangat menusuk dan membuat peserta pun menangis.

Entah apa yang mereka pikirkan sampai beberapa peserta pun menangis histeris hanya dengan itungan menit.

“Agar lebih membangkitkan semangat untuk melakukan pergerakan dan perjuangan di organisasi pada umumnya dan khususnya untuk diri pribadi agar lebih kuat mental dalam menjalani hidup ini,” ujar Bagoy.

“Ini sangat mendidik saya merasa seperti pejuang. Disaat orang masih dalam kondisi terjaga dengan tidur nyenyaknya kami harus bangun dan berendam bersama sama dalam air yang sangat dingin dan di berikan renungan jiwa,” ujar Nandang, salah satu peserta pendidikan leadership ini.

“Saya jadi lebih tau lagi kondisi saya dan apa-apa saja yang kurang di diri saya dan berbagai macam hal dalam kekompakan tim dan kepemimpinan diri sendiri. Sebagai leader tim di perusahaan, dari pengalaman ini banyak hal yang bisa saya terapkan di pekerjaan dan hidup saya,” ungkap Tatang Suteja salah satu peserta dan juga sebagai anggota Garda Metal Karawang.

Renungan ini berakhir pada pukul 04.30 Wib dan antar peserta saling meminta maaf dan berpelukan. Peserta diminta untuk kembali beristirahat sejenak dan tepat pukul 07.00 Wib akan di mulai kembali pendidikan leadership ini. (Lnd)

Pos terkait