Rebutan Air Irigasi Berujung Tragedi, Petani Lansia di Sragen Meninggal Dunia

Rebutan Air Irigasi Berujung Tragedi, Petani Lansia di Sragen Meninggal Dunia

Sragen, KPonline – Perselisihan mengenai pembagian air irigasi sawah berujung tragedi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Minggu (13/9/2026). Seorang petani lanjut usia berinisial S (70) dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami serangan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat karena diduga bermula dari persoalan sederhana yang kerap menjadi sumber ketegangan antarpetani saat musim kemarau: perebutan dan pembagian air untuk mengairi sawah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran perdjoeangan korban dan terduga pelaku sebelumnya sempat terlibat perselisihan terkait aliran air irigasi. Persoalan tersebut diduga tidak terselesaikan dengan baik hingga kemudian berkembang menjadi konflik pribadi dan berujung pada tindakan kekerasan.

Aparat kepolisian telah mengamankan terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti. Proses hukum selanjutnya masih berjalan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik peristiwa tersebut.

Bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan. Di tengah musim kemarau panjang, air berarti keberlangsungan tanaman, hasil panen, dan sumber penghidupan keluarga.

Ketika pasokan terbatas sementara kebutuhan meningkat, persoalan pembagian air dapat dengan mudah memicu gesekan. Namun, persoalan tersebut seharusnya tidak pernah berakhir dengan kekerasan, apalagi sampai merenggut nyawa.

Tragedi di Sragen ini menjadi tamparan bahwa persoalan di tengah masyarakat, sekecil apa pun pemicunya, dapat berubah menjadi bencana ketika emosi mengalahkan akal sehat.

Karena itu, komunikasi, musyawarah, serta keterlibatan kelompok tani dan pemerintah desa menjadi penting untuk memastikan pembagian air dilakukan secara adil dan transparan.

Jangan sampai air yang seharusnya menghidupkan sawah justru menjadi sumber hilangnya nyawa.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pelajaran bersama bahwa setiap persoalan memiliki jalan penyelesaian. Jika musyawarah masih bisa dilakukan, maka kekerasan bukanlah pilihan.

Satu nyawa terlalu mahal untuk dipertaruhkan hanya karena persoalan pembagian air irigasi. (Yanto)