Semarang, KPonline – Rapat Kerja Unit Kerja (Rakernik) II PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF tidak hanya menjadi ruang untuk membahas program kerja organisasi. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk kembali mengingat dan memperkuat nilai-nilai dasar yang menjadi pijakan dalam perjuangan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Indra Darmawan, Wakil Sekretaris Bidang K3 PP SPAMK FSPMI, saat memberikan sambutan dalam Rakernik II PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF, yang digelar di Azana Hotel, Semarang, Minggu (13/9/2026). Bersama dirinya, turut hadir pula Wakil Ketua Bidang K3 PP SPAMK FSPMI Mochamad Orip Arifianto.
Indra menyampaikan apresiasi kepada PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF atas kontribusinya terhadap organisasi SPAMK dan FSPMI. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP SPAMK FSPMI tidak dapat hadir secara langsung lantaran pada waktu yang bersamaan terdapat agenda organisasi lainnya.
Menurut Indra, tema Rakernik II, “Ilmu yang Tinggi, Hati yang Rendah dan Kebaikan yang Tidak Berujung”, memiliki hubungan yang kuat dengan prinsip-prinsip dasar perjuangan organisasi.
Ia kemudian mengingatkan kembali enam prinsip dasar yang menjadi bagian penting dalam perjalanan perjuangan FSPMI sejak dirumuskan pada 2015.
Prinsip pertama adalah ‘religius’. Bagi Indra, perjuangan organisasi harus dijalankan dengan ketulusan dan semangat untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Organisasi pekerja tidak semata-mata berbicara tentang kepentingan material, tetapi juga memiliki landasan sosial dan kemanusiaan.
Prinsip kedua adalah ‘demokrasi’. Rakernik, menurutnya, merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan demokrasi di dalam organisasi. Karena itu, Rakernik harus benar-benar menjadi ruang konsultasi dan pengambilan kebijakan organisasi yang menghasilkan keputusan untuk kemajuan PUK dan anggotanya.
Selanjutnya adalah prinsip ‘nasionalisme’. Indra menyoroti berbagai regulasi yang dalam praktiknya masih dirasakan belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan pekerja. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya perjuangan politik melalui Partai Buruh.
Ia mendorong agar pendidikan politik terus dilakukan dan konsolidasi menuju Pemilu 2029 dipersiapkan dengan serius. Menurutnya, sejumlah daerah telah mulai melakukan persiapan dan pendidikan politik sebagai bagian dari strategi perjuangan pekerja.
Prinsip keempat adalah ‘solidaritas’. Indra menegaskan bahwa solidaritas tidak boleh berhenti sebagai slogan ataupun tulisan di spanduk.
“Ketika satu bagian sakit, maka seluruh bagian harus merasakan,” menjadi gambaran penting tentang bagaimana solidaritas seharusnya diwujudkan dalam tubuh organisasi. FSPMI harus dipandang sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.
Prinsip kelima adalah ‘kejujuran dan transparansi’. Menurut Indra, informasi organisasi harus mengalir dari tingkat nasional hingga unit kerja. Anggota memiliki hak untuk mengetahui kondisi dan persoalan organisasi secara terbuka.
Ia menekankan pentingnya menyampaikan informasi apa adanya kepada anggota, termasuk ketika informasi tersebut merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk disampaikan.
Sementara prinsip keenam adalah ‘kemandirian’. Indra mengapresiasi PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF yang dinilai telah menunjukkan semangat kemandirian sekaligus memberikan kontribusi terhadap organisasi.
Menurutnya, enam prinsip tersebut tidak cukup hanya diketahui oleh pengurus. Nilai-nilai tersebut harus dipahami dan dijalankan hingga seluruh tingkatan organisasi.