Bekasi, KPonline – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPLP FSPMI) PT Walsin Lippo Industries menggelar rapat perdana pasca Musyawarah Unit Kerja (Musnik) IV. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2026, bertempat di Sekretariat PUK SPLP FSPMI PT. Walsin Lippo Industries.
Rapat yang dihadiri kurang lebih 30 peserta ini mengagendakan penguatan internal organisasi. Materi utama yang dibahas meliputi tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang di tingkat Pimpinan Unit Kerja, koordinator lapangan (korlap), hingga pilar organisasi Garda Metal.
Dalam penyampaiannya, Ketua PUK SPLP FSPMI PT Walsin Lippo Industries, Supeno, S.H., memaparkan betapa pentingnya komunikasi di internal organisasi. “Komunikasi yang baik menjadi kunci agar ke depan setiap permasalahan yang muncul di tingkat anggota bisa diatasi secepat mungkin,” tegas Supeno.
Secara eksplisit, Supeno menjelaskan langkah organisasi ke depan agar lebih mampu mengakomodir kepentingan anggota. Rapat tersebut berlangsung dinamis dengan banyaknya gagasan yang diutarakan peserta rapat. Ketua PUK mengapresiasi setiap gagasan yang muncul karena dinilai mencerminkan harapan dari perwakilan anggota untuk dapat direalisasikan.
“Penguatan internal menjadi fokus utama karena ke depan perjuangan tidak akan mudah. Kita harus solid dulu di dalam sebelum menghadapi tantangan di luar,” ujarnya.
Selain konsolidasi internal, Supeno juga menyinggung situasi ketenagakerjaan nasional. Ia menyampaikan perkembangan terkait Undang-Undang Ketenagakerjaan yang hingga kini belum juga disahkan oleh pemerintah.
Supeno juga mengingatkan bahwa amanat Mahkamah Konstitusi menegaskan pemerintah diberikan waktu 2 tahun untuk membuat undang-undang baru pengganti Undang-Undang Cipta Kerja.
“Batas waktu yang diberikan sampai dengan Oktober 2026. Ini harus menjadi perhatian kita bersama sebagai serikat pekerja,” tambahnya.
Rapat perdana pasca Musnik IV ini menjadi titik awal konsolidasi PUK SPLP FSPMI PT Walsin Lippo Industries untuk menghadapi agenda perjuangan ke depan, baik di tingkat perusahaan maupun nasional. (Yanto)