PUK SPAMK FSPMI PT Ichikoh Indonesia Adakan Sosialisasi BPJS Kesehatan di Omah Buruh

Bekasi, KPonline – Minimnya sosialisasi BPJS Kesehatan terhadap peserta BPJS, salah satunya kaum pekerja, membuat peserta merasa dibingungkan dengan regulasi itu sendiri. Sebagai contoh seperti isu yang ramai diberitakan akan dinaikannya iuran BPJS dengan kenaikan nominal yang cukup fantastis.

Dalam agenda sosialisasi BPJS Kesehatan yang diadakan oleh PUK SPAMK PT Ichikoh Indonesia di Omah Buruh (OB) kawasan EJIP, hadir seluruh jajaran Pimpinan Unit Kerja (PUK) beserta anggota yang tergabung dalam organisasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Agenda yang sengaja dilakukan bertepatan selepas pulang kerja shif 1 ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anggotanya terkait BPJS Kesehatan.

Samsul Arifin yang menjabat sebagai Ketua PUK SPAMK PT Ichikoh Indonesia mengakui masih minimnya pengetahuan anggota dalam hal BPJS Kesehatan. Sosialisasi ini momen yang tepat buat anggotanya untuk menambah pengetahuan.

“Sering ditemukan beberapa anggota yang belum paham ketika mengunakan kartu BPJS. Diperusahaan tempat kami bekerja memang ada jaminan kesehatan berupa asuransi swasta, namun itu punya batas limit tertentu. Makanya saya selaku ketua PUK berinisiatif untuk terus menggali pengetahuan dengan cara sosialisi seperti ini dan ini pun saya libatkan tim Jamkeswatch yang lebih paham bagaimana ketika menggunakan kartu BPJS,” tandasnya kepeda Media Perdjoeangan Kamis (17/10/2019) di Omah Buruh, Bekasi.

Menurut keterangan beberapa anggota PUK SPAMK FSPMI PT Ichikoh, ketidak tahuan anggota terkait hal ini, terkadang membuat mereka merasa enggan untuk berobat. Dengan banyaknya regulasi BPJS Kesehatan yang terkadang minim disosialisasikan.

Dengan adanya sosialisasi BPJS Kesehatan yang dilakukannya akan bisa menambah wawasan untuk setiap anggota walau dengan tidak hadirnya seluruh anggota di Omah buruh namun setidaknya hasil sosialisasi yang diadakan saat ini bisa disampaikan kepada anggota yang lainnya.

Hal Senada ditambahkan oleh Samsul Arifin, adanya asuransi swasta di perusahaan itu bukan hal yang tabu. Itu harus tetap diapresiasi karena perusahaan menginginkan seluruh karyawananya bisa berobat dengan menggunakan asuransi tersebut.

“Jangan merasa gengsi menggunakan BPJS, silahkan kawan anggota bisa gunakan asuransi swasta tersebut, namun harus bisa mempertimbangkan sekiranya biaya akan melebihi batas limit yang ditentukan saya berharap bisa gunakan BPJS,” tambahnya dengan tegas. (Jhole)