Proyek Rehabilitasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Gabesasmi Tinada, Ini Keterangan Dinas PUPR Pakpak Bharat

  • Whatsapp

Pakpak Bharat, KPonline- Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Gabesasmi di Desa Tinada, Kec. Tinada yang dilaksanakan selama 120 hari pada tahun 2020 lalu oleh CV. YMO telah selesai dilaksanakan sesuai kontrak. Hasil output dari pekerjaan proyek ini tak banyak masyrakat mengkonsumsi simpang siurnya keberadaan proyek tersebut akhir-akhir ini.

Ada beberapa item isue hasil kegiatan ini yang diperbincangkan seperti Air Tidak mengalir dari saluran, Pondasi banyak bocor, dan gagal panen/tanam pada masyrakat disekitar. Dari hal ini, Dinas PUPR Pakpak Bharat,  memberikan tanggapan dan keterangan kepada media, Senin, (22/02/2021) lalu, agar tidak ada lagi simpang siur dikalangan masyrakat.

Kadis PUPR Pakpak Bharat, Agusman Padang menyikapi tentang proyek rehab irigasi tersebut ada yang menyatakan tidak mengalirnya air disaluran, mengatakan air pasti mengalir kesaluran hanya saja ada oknum tertentu yang tidak membuka pintu/kran air dari bendungan.

“Saya yakin, air pasti bisa mengalir/jalan dari bendungan hingga ke hilir areal persawahan warga, tapi bagaimana caranya air jalan sementara ada yang menutup pintu air dari sumber/bendungan, dari sumber tersebut ada 2 pintu air yaitu satu untuk saluran irigasi satu lagi ke saluran pembuangan, nah posisi saat ini air disalurkan ke pembuangan dan pintu untuk saluran irigasi tertutup, saya tidak tau siapa yang menutup”, Terang Kadis

Sambung Kadis, katanya tentang pernyataan bahwa ditemukan banyak pondasi yang bocor di saluran irigasi tersebut, itu bukan dari pekerjaan proyek tersebut melainkan itu bangunan lama yang sudah ada dulunya.
“Jika cerita sempurna, saya rasa tidak ada yang sempurna, tapi kita berusaha untuk berbuat yang terbaik. Untuk pondasi bocor dan katanya tidak pake batu itu tidak ada, kita kan rehab yang parah-parah, yang bocor itu bangunan lama bukan dibagian yang kita kerjakan, saya sudah cek kelapangan dan seandainyapun ada indikasi berlobang darimana kami ketahui jika air tidak dijalankan, nah bila ada ditemukan bocor kami siap perintahkan rekanan memperbaikinya ini kan masih perawatan” Lanjutnya.

Selain itu, PPK kegiatan tersebut, Manotar Silalahi juga memberikan tanggapan atas adanya isue menyebar akan terancam gagal panen dan gagal tanam pada masyrakat pengguna irigasi diwillayah tersebut mengatakan diawal sebelum kegiatan dilaksanakan sudah ada musyawarah dengan masyrakat, kepala desa dan P3A untuk merumbukkan proses pelaksanaan proyek tersebut agar bisa dilaksanakan dengan baik dengan upaya-upaya agar proses pelaksanakan dipercepat yang difasilitasi oleh kepala desa melalui kaur desa.

“Diawal kita sudah ada musyawarah dengan dengan masyrakat, kepala desa dan P3A serta rekanan untuk bersama akan kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut, jika bilamana dalam proses pekerjaan selama 120 hari dipastikan air tidak jalan karena adanya proses pelaksanaan rehab, tidak mungkin kita jalankan air sementara kita lakukan pemasangan disitu juga. Itu sudah sepenuhnya hak mereka untuk melaksanakan pekerjaan” Jelas Manotar

Sambung Manotar, Terancamnya gagal tanam saat ini besar kemungkinan itu tidak ada, sebab air sudah bisa mengalir setelah pelaksanaan pekerjaan selesai,
“Jika dikatakan terancam gagal tanam, saya rasa tidak ada, sekrang kan sudah bisa dinikmati hasilnya, kecuali memang ada orang yang menutup pintu air dari sumbernya, karena kemarin juga saya dapati pintunya ditutup ya gimana caranya air jalan…” Sambungnya.

Sebelumnya juga untuk mengetahui kebenaranya yang sudah ramai diperbincangkan dimedia sosial dan laporan masyarakat bahwa air tidak berjalan, ketua komisi dua DPRD Pakpak Bharat, Lukman Padang tanggap dan langsung turun kelapangan dan ternyata pada saat dilokasi, airnya berjalan dan bisa digunakan masyrakat.

“Sesuai laporan masyrakat bahwa katanya air tidak mengalir/berjalan disaluran, makanya kami turun, ternyata ini airnya mengalir dan bisa digunakan, berarti dengan pembangunan ini hasilnya ada yaitu air berjalan dan bisa digunakan masyrakat untuk bertani. Masalah kwalitas kita cek, kalau pun ada kekurangan dan pasti ada kekurangan, kita akan perintahkan agar diperbaiki”, Terang Lukman Padang, pada saat dilokasi irigasi, Jumat kemarin, (19/02/2021).

Pihak rekanan juga saat dikonfirmasi, mengatakan jika ada kekurang akan segera diperbaiki.

“Jika ada yang kurang, kami siap memperbaikinya, sebentar lagi juga kami akan turun untuk membersihkan, sebelumnya juga kerja awalnya september kemaren kami pembersihan disana, ya karena sudah menjelang 6 bulan pasti semak tumbuh lagi, kami segera bersihkan lagi”, Ujar pihak rekanan yang bermarga Manik kepada wartawan,(24/02/2021).

Mendapat informasi, awak media juga turun kelokasi pada Selasa, (23/02/2021) cek kondisi hasil kegiatan proyek tersebut, sesuai pantauan media dilapangan Pintu air dari bendungan masih tutup dan dibuang air ke saluran pembuangan, bukan seogianya dari saluran irigasi yang baru direhabilitasi untuk dipergunakan masyrakat/petani diareal persawahan, hal ini menjadi titik terangnya bahwa air diyakini bisa mengalir hingga ke areal persawahan pertanian masyarakat, namun wartawan juga menemukan pintu air masih tertutup.

Dilain sisi juga ditemukan banyak pondasi bocor pada bangunan lama bukan pada bangunan yang baru selesai dilaksanakan.(Tim)