PKWT Bermasalah, FSPMI Batam Siap Advokasi Buruh Siix

  • Whatsapp

Batam,KPonline – Kasus PKWT bermasalah yang terjadi di PT Siix Batam terus bergulir, Sekretaris PC SPEE FSPMI Batam mengatakan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini, yang kini sudah masuk ke pengawasan dinas tenagakerja

“Perihal ini jelas sampai hari ini kami masih berjuang untuk melawan omnibus law apalagi di Pabrik masih ada PKB yang belum expired., Omnibuslaw masih kami gugat ke MK sampai kapan pun akan kami lawan untuk membatalkan itu” Ungkapnya.

Bacaan Lainnya

“Dan kasus kawan Siix saya kira itu pengawas sudah  paham betul apa yang akan di putuskan, karenanya jangan ragu kembuat keputusan” Tambahnya
“Kami PC akan ikut mengawal dan memonitor.” Pungkasnya

Seperti di ketahui kasus PKWT terjadi lantaran Surya Fitri Dewi beserta rekan-rekannya telah bekerja di PT Siix dengan status hubungan kerja PKWT berulang-ulang, yaitu sebanyak tiga kali tanpa ada jeda waktu.

Sesuai ketentuan PKWT ini hanya boleh dilakukan paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun (lihat Pasal 59 ayat [4] UUK).

Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu tersebut, paling lama 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir telah memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja/buruh yang bersangkutan. Jika pengusaha tidak memberitahukan perpanjangan PKWT ini dalam waktu 7 (tujuh) hari maka perjanjian kerjanya demi hukum menjadi perjanjian kerja dengan waktu tidak tertentu (“PKWTT”)

Hal ini ditegaskan pula dalam Pasal 3 ayat (2) Kepmenakertrans Nomor Kep-100/Men/VI/2004 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (“Kepmenakertrans 100/2004”) bahwa PKWT hanya dibuat untuk paling lama 3 (tiga) tahun.

Juga dalam hal PKWT dilakukan melebihi waktu 3 (tiga) tahun, maka demi hukum perjanjian kerja tersebut menjadi PKWTT

Jadi, PKWT dibuat untuk maksimal 3 (tiga) tahun dan apabila suatu PKWT dibuat melebihi waktu tersebut demi hukum menjadi PKWTT atau dengan kata lain karyawan tersebut menjadi karyawan permanen.

Sedangkan pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama, pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun

Pos terkait