Bekasi, KPonline – Menjelang aksi unjuk rasa yang akan digelar pada 27–29 Agustus 2026 di PT Multindo Technology Utama, Jalan Mawar Gang Masjid 2, RT 002/RW 002, Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, jajaran Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi menggelar konsolidasi pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat KC FSPMI Bekasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat barisan, mematangkan persiapan aksi, sekaligus menyatukan sikap anggota dalam menghadapi persoalan hubungan industrial yang terjadi di PT Multindo Technology Utama.
Informasi yang dihimpun Koran Perdjoeangan dari kronologi yang disampaikan Ketua PUK SPLP FSPMI PT Multindo Technology Utama, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian serikat pekerja. Di antaranya dugaan intimidasi, pengurangan kesejahteraan, persoalan upah yang disebut berada di bawah UMK Kota Bekasi, PHK sepihak, serta mutasi karyawan yang dinilai tidak manusiawi.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah besaran upah pekerja yang disebut hanya sekitar Rp3,8 juta. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan UMK Kota Bekasi yang dalam keterangan serikat pekerja disebut sekitar Rp5,9 juta.
Dalam konsolidasi tersebut, Ketua PC SPLP FSPMI Bekasi, Sarino, S.H., M.H., menekankan pentingnya kekompakan dan keberanian anggota PUK SPLP FSPMI PT Multindo Technology Utama dalam menghadapi aksi yang akan datang.
Ia juga mengingatkan agar dukungan dan solidaritas buruh dari wilayah Kabupaten Bekasi tidak menjadi sia-sia.
“Jangan takut berjuang untuk menang, diam tertindas atau bangkit melawan,” tegas Sarino.
Menurutnya, perjuangan buruh membutuhkan kekompakan dan solidaritas. Karena itu, seluruh anggota diharapkan tetap solid serta tidak mudah terpecah dalam menghadapi persoalan yang sedang diperjuangkan.
Konsolidasi kemudian diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat solidaritas dan memperjuangkan penyelesaian berbagai persoalan hubungan industrial yang dikeluhkan pekerja PT Multindo Technology Utama.
Dengan semakin dekatnya jadwal aksi pada 27–29 Agustus 2026, FSPMI Bekasi memastikan barisan perjuangan terus dipersiapkan. Solidaritas antarsesama buruh menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyuarakan tuntutan dan memperjuangkan hak-hak pekerja. (Yanto)