Bekasi, KPonline – PUK SPEE FSPMI PT Omron Manufacturing Of Indonesia melalui Bidang Informasi Komunikasi dan Sosial Ekonomi (Infokom Sosek) menggelar Pendidikan Media pada Sabtu (18/07/2026) di Hotel Zuri Express Cikarang, Bekasi. Kegiatan yang diikuti oleh 20 peserta ini menjadi salah satu upaya organisasi dalam meningkatkan kualitas publikasi dan memperkuat peran media sebagai sarana komunikasi kepada seluruh anggota.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Bidang 5 Infokom Sosek, Damin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut dan berharap pendidikan media dapat melahirkan tim media yang aktif dalam mendukung penyebarluasan informasi organisasi.
“Alhamdulillah, agenda pendidikan pada hari ini dapat terlaksana, semoga berjalan dengan lancar hingga akhir acara. Saya berharap setelah mengikuti pendidikan ini, tim media dapat berperan aktif membantu organisasi dalam menyebarkan informasi setiap kegiatan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.

Ketua PUK SPEE FSPMI PT Omron Jatmiko, dalam sambutannya menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara organisasi dengan seluruh anggotanya. Menurutnya, keberadaan tim media yang aktif, solid, dan inovatif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung setiap aktivitas organisasi.
“Media merupakan perantara utama dalam menyampaikan informasi kepada seluruh anggota. Melalui pendidikan ini, saya berharap para peserta dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dari para pemateri dan mampu mengaplikasikannya untuk mendukung publikasi setiap kegiatan organisasi,” ungkap Jatmiko.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik fotografi dasar, fotografi jurnalistik, hingga teknik penulisan berita dan wawancara sebagai bekal dalam mendukung publikasi organisasi.
Materi pertama disampaikan oleh Edi Purnomo dengan tema Fotografi Dasar untuk Pemula. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar fotografi melalui segitiga exposure yang meliputi aperture, shutter speed, dan ISO, serta penggunaan berbagai mode pengambilan gambar. Selain membahas teknik fotografi, ia juga mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan saat melakukan dokumentasi agar proses pengambilan gambar tetap memperhatikan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Selanjutnya, Iwan Budi Santoso menyampaikan materi Fotografi Jurnalistik untuk Pemula. Ia menjelaskan bahwa sebuah foto tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga mampu menyampaikan informasi dan menceritakan sebuah peristiwa. Peserta dibekali pemahaman mengenai kategori berita, pentingnya menangkap decisive moment (momen penentu), teknik pengambilan gambar yang memiliki nilai berita, serta cara membuat caption yang informatif untuk memperkuat pesan dari setiap foto yang dipublikasikan.
Pada sesi terakhir, M. Herfin membawakan materi Teknik Menulis Berita dan Teknik Wawancara Reportase Lapangan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan jenis-jenis berita, mulai dari Elementary News, Intermediate News, hingga Advance News.
Peserta juga mempelajari struktur dasar penulisan berita yang terdiri atas headline, lead, dan body sebagai bekal untuk menghasilkan berita yang sistematis, akurat, berimbang, dan mudah dipahami pembaca. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai teknik melakukan wawancara yang efektif, menggali informasi dari narasumber, serta pentingnya menjaga akurasi dan etika jurnalistik dalam setiap proses peliputan.
Suasana pendidikan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait dokumentasi dan publikasi kegiatan organisasi. Antusiasme peserta menunjukkan semangat untuk meningkatkan kemampuan di bidang media sebagai bekal mendukung publikasi kegiatan organisasi.
Melalui Pendidikan Media ini, PUK SPEE FSPMI PT Omron Manufacturing Indonesia berharap dapat melahirkan tim media yang semakin solid, kreatif, dan kompeten. Dengan bekal pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, tim media diharapkan mampu mendokumentasikan setiap kegiatan organisasi secara profesional, menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, serta menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan menarik kepada seluruh anggota.