Tanjungbalai,KPonline, β Proyek preservasi jalan Kota Tanjungbalai dikeluhkan masyarakat, pasalnya, jalan kota yang telah dikerok belum juga diaspal. Permukaan yang jadi tidak rata, berdebu, dapat membahayakan pengguna jalan dan memicu kecelakaan lalu lintas.
Dari pantauan beberapa hari terakhir, terjadi peningkatan insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor. Hal ini disinyalir karena Minimnya rambu peringatan serta lambatnya pengerjaan pengaspalan jalan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Pemuda Kota Tanjung Balai M. Ardiansyah P. Sinaga menyampaikan keprihatinannya dan mendesak pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) agar segera mempercepat proses pengerjaan preservasi jalan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat.
βIni bukan lagi soal proyek yang belum selesai, tapi soal keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan setiap hari. Tidak boleh ada pembiaran. Kadis PU harus hadir sebagai pengawas yang aktif dan memastikan BPJN bertanggung jawab penuh atas kondisi ini,β tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa percepatan tidak boleh hanya sebatas komitmen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan: penambahan alat dan tenaga, pengerjaan berkelanjutan tanpa jeda yang tidak jelas, serta pemasangan rambu keselamatan yang memadai di setiap titik pengerjaan.
Selain itu, ia juga meminta pihak pelaksana proyek untuk meningkatkan standar pengamanan di lokasi pekerjaan, seperti pemasangan rambu peringatan, penerangan jalan sementara, serta pengaturan lalu lintas guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Masyarakat berharap adanya respons cepat dari pihak terkait agar proyek preservasi jalan ini dapat segera dituntaskan. Hingga saat ini, kondisi sejumlah ruas jalan di Kota Tanjungbalai masih dalam tahap pengerokan dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian dalam waktu dekat.
Desakan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi BPJN dan instansi terkait demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di Kota Tanjungbalai. (Filza Lubis)