Pendidikan Organizer dan Advokasi Dasar Perburuhan PUK SPL FSPMI PT Parin

  • Whatsapp

Sidoarjo, KPOnline — Dalam rangka pembinaan dan pengembangan serta meningkatkan kinerja organisasi, PUK SPL FSPMI PT. Pakarti Riken Indonesia (Parin)
mengadakan pendidikan dan pembekalan bagi anggota. Bertempat di hotel Edotel Sidoarjo (7/6/2015). Acara “One Day Meeting” ini mengusung tema “Mencetak Kader FSPMI yang Bertanggung-jawab dan Militan”.

11393757_640896289380380_4414825420750253747_o
Diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap seksi kerja di PT Parin, acara dibuka oleh Khoirul Anam selaku ketua Pengurus Unit Kerja. Dalam sambutannya, Anam menyatakan harapannya terhadap kegiatan ini. “Semoga melalui pendidikan-pendidikan semacam ini kelak muncul kader-kader baru organisasi yang militan dan terdidik”, ungkapnya.
Dua materi utama yang disajikan yaitu “Pendidikan Organizer dan Advokasi Dasar Perburuhan”. Materi “Pendidikan Organizer” disampaikan oleh H Jazuli (Ketua KC FSPMI Pasuruan). Salah satu tokoh utama dibalik solidnya FSPMI di kabupaten Pasuruan ini menyampaikan materi tentang landasan dasar serta bagaimana upaya dari anggota dan pengurus untuk menguatkan Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Pada kesempatan ini sangat terlihat antusiasme dari para peserta untuk memperdalam pengetahuannya, nampak dari banyaknya peserta yang berebut untuk bertanya pada saat sesi tanya-jawab berlangsung, bahkan beberapa orang tidak sempat menyampaikan unek-uneknya mengingat waktu yang sudah terjadwal untuk materi selanjutnya.
11406410_640896339380375_4618659771676944865_o
Sebelum melangkah pada acara yang ketiga, Ketua KC FSPMI Sidoarjo Heri Novianto, juga menyampaikan wejangannya, “Sebuah serikat tidak akan punya nilai tawar dimata pemerintah dan pengusaha tanpa ada dukungan yang sungguh-sungguh dari anggotanya”, tegasnya. Beberapa peristiwa yang pernah terjadi beliau tambahkan, dan ini mampu meyakinan para peserta untuk selalu taat akan intruksi.
Nara sumber selanjutnya dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Surabaya, menyampaikan materi kedua tentang “Pendidikan Advokasi Dasar”. Dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh Suparman, SH. Pengacara muda ini menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan “Advokasi” serta bagaimana teknis melaksanakannya. Sedangkan pada sesi kedua bertajuk “Optimalisasi Peran Strategis SP/SB dalam Advokasi Kasus Perburuhan” diisi oleh Moch Choirul Rizal yang memperjelas tentang teknis sebuah advokasi anggota serikat secara optimal saat menghadapi permasalahan sehingga bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.
Sesuai harapan dan tujuan organisasi, kegiatan yang merupakan program rutin berkala bidang pendidikan dan organisasi PUK ini ternyata berhasil merubah cara pandang serta meningkatkan pengetahuan peserta. Gatot (38 tahun), salah satu peserta, menyatakan bahwa ternyata banyak hal positif yang belum dia ketahui tentang organisasi sebelum mengikuti acara ini. Sedangkan peserta lain Imam (28 tahun), menyatakan usai pendidikan ini dia berjanji akan lebih aktif dalam kegiatan organisasi.
Pendidikan yang diadakan oleh sebuah PUK ternyata sangat berpengaruh terhadap cara pandang dan militansi anggota terhadap organisasi. Dengan berkumpul bisa menambah jalinan batin antar anggota, dengan pendidikan akan semakin membakar semangat dari anggota untuk patuh pada instruksi. Bukan hanya ikut-ikutan tapi karena mereka telah faham bagaimana seharusnya berorganisasi.
(Tim Media FSPMI Sidoarjo)