Omset Tembus 9 Milyar, Belajarlah Dari Koperasi Karyawan Marsol Abadi

Omset Tembus 9 Milyar, Belajarlah Dari Koperasi Karyawan Marsol Abadi

Bekasi,KPonline – Minggu, 11 Februari 2018 Koperasi karyawan PT.Marsol Abadi Indonesia (KOPKARMAI) mengadakan RAT XVI yang merupakan rapat anggota tertinggi, rapat dihadiri lebih kurang 180 orang anggota, hadir pula manager HR & GA, Rogers Purba selaku perwakilan menejemen. Dalam sambutannya ia berpesan bahwa koperasi harus bisa memberi manfaat bagi anggotanya dengan mengedepankan pelayanan yang maksimal, demi kesejahteraan anggota.

Koperasi yang dikelola dengaan sistem syariah sangat baik bagi anggota, KOPKARMAI semenjak 10 tahun ini tidak lagi tergantung dengan bank – bank konvensial yang dengan mudah mengucurkan modal yang seakan-akan menguntungkan bagi anggota padahal parasit bagi sebuah koperasi, namun KOPKARMAI dikelola dengan sistem syariah dengan mengembangkan istilah :
– Mudorobah : Investasi anggota, jadi anggota yg punya dana lebih bisa investasikan dananya di koperasi dengan batasan minimal Rp.2 juta rupiah
– Murabahah : Pembiayaan dari anggota yang memiliki dana lebih untuk anggota lain dengan perjanjian melalui koperasi
– Musyarokah : Kerjasama kedua belah pihak yaitu antara koperasi dengan anggota yang memiliki dana lebih untuk dikembangkan
– Wadiah : Titipan sukarela dari anggota kepada koperasi untuk tambahan modal usaha

Dari semua istilah tersebut anggota mendapatkan bagi hasil dari koperasi sesuai dengan sistem perjanjianya.

Pengurus KOPKARMAI memberikan pemahaman kepada anggita agar jangan hanya sekedar pinjam dan pinjam namun diajarkan untuk menjadi penanam modal bagi koperasi dan terbukti banyak anggota KOPKARMAI mampu berinvestasi di koperasi.

Nilai pinjaman anggota berbanding lurus dengan simpanan wajib anggota, artinya setiap anggota bisa berbeda fasilitas nilai pinjamannya tergantung berapa nilai simpanan wajibnya. Misal simpanan wajib Rp.50.000 maksimal pinjaman hanya Rp. 6 jt, simpan wajib Rp.400.000 nilai pinjaman sampai dengsn Rp.60 juta dengan jasa menurun. Artinya jasa yang diterapkan KOPKARMAI menembus angka 6% pertahun dengan sistem jasa menurun tentu lebih murah dari bank-bank konvensial. Ada beberapa kategori pinjaman di KOPKARMAI diantaranya :
1. Pinjaman Reguler mencapai Rp. 60 juta
2. Pinjaman multiguna 1
3. Pinjaman multiguna 2
4. Pinjaman multiguna 3
5. Pinjaman emergency

Per Desember 2017 total omset KOPKARMAI tembus di angka 8,95 Milyar, angka yang fantastis bagi sebuah koperasi kategori Koperasi simpan pinjam (kospin) tentu hal ini berkat keseriusan dan kejujuran pengurus dalam mengelola koperasi. Ketua Koperasi Nur Akhmad Burhani menyampaikan banyak koperasi yang gagal dalam usaha atau tidak berkembang karena tidak pada jalur usahanya misal kopersi kategori simpan pinjam (kospin) dalam rapat anggota mereka mencoba membuat usaha baru misal bengkel, biro jasa, antar jemput dll. tergiur dengan untung yang seakan besar padahal sudah keluar dari jalur usahanya, hal itu yang kadang membuat sebuah koperasi bangkrut.

Manfaat lain KOPKARMAI bagi anggota yang sangat dirasakan betul diantaranya program yang sangat bermanfaatnya selain SHU sebagai berikut :
– bingkisan lebaran
– bingkisan pensiun untuk anggota
– bantuan pendidikan untuk anak anggota
-jasa pinjaman yang sangat ringan.

Tema RAT KOPKARMAI XVI “Kerja cerdas, usaha bersama untuk kesejahteraan anggota” memacu pengurus untuk lebih cerdas mengelola KOPKARMAI dengan baik demi kesejahteraan anggota. (Yanto)

Facebook Comments

Comments are closed.