Meski Buruh Longmarch Berhari-hari, Tidak ada Perusahaan Yang Rugi

Jombang, KPonline – Buruh melakukan longmarch dari Surabaya sampai Jakarta setidaknya memakan waktu yang lama, lalu bagaimana dengan pekerjaan di pabrik yang ia tinggalkan? Tentu ini menjadi pertanyaan yang sangat mendasar bagi sebagian orang.

Namun malam ini reporter koranperdjoeangan.com Jawa Timur, berkesempatan untuk mengorek lebih jauh tentang kaum buruh yang meninggalkan pabriknya untuk longmarch ini.

Bacaan Lainnya

Menurut wakil Garda Metal dari Sidoarjo Misiadi (30 tahun), dari PUK SPAI FSPMI PT Tri Teguh Manunggal Sejati, yang pada malam ini melakukan perjalanan menuju Madiun dimana peserta longmarch beristirahat. Ia mengatakan, bahwa untuk Tim Longmarch inti khusus daerah Sidoarjo terdiri dari 7 orang antara lain : Ahmad Sholeh, Bambang Puryanto, Erwin, Agus S, Eko Sunarto, Eko Fery.

Ketujuh orang tersebut saat ini sudah tidak bekerja lantaran terPHK dari perusahaannya, sehingga mereka tidak ada masalah dengan perusahaan manapun apabila mengikuti agenda ini.

Sedangkan peserta yang masih aktif bekerja, mereka dapat melakukan aksi ini karena mendapatkan ijin dari perusahaannya. Rata-rata mereka mendapatkan dispensasi selama dua hari.

Sehingga dengan sistem rotasi, selama rute perjalanan dari Surabaya hingga Madiun ini, sudah ada dua kloter peserta yang bekerja yang mengikutinya. Karena sebagai pekerja, meski dalam kondisi memperjuangkan cita-cita, mereka tetap harus menyadari bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk bekerja.

Ketika disinggung lebih lanjut tentang alasan kenapa mereka bersemangat untuk melaksanakan aksi jalan kaki ini, kembali Misiadi menjelaskan bahwa aksi ini adalah wujud keseriusan organisasi dalam mendukung Capres Prabowo yang mau menandatangani kontrak politik yang isinya merupakan 10 Tuntutan Rakyat (Sepultura).

Adapun isi Sepultura adalah :

1. Menaikkan upah layak menjadi 84 item kebutuhan hidup layak
2. Menghapus penangguhan upah minimum
3. Menjalankan jaminan pensiun wajib untuk pekerja/buruh tahunan
4. Jaminan kesehatan untuk semua buruh dan rakyat kecil
5. Menghapus outsourcing, termasuk di BUMN
6. Mengesahkan RUU PRT dan Perawat serta merevisi UU Perlindungan TKI
7. Mencabut UU Ormas
8. Mengangkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS dan memberikan subsidi bagi guru dan tenaga honorer Rp 1 juta per bulan
9. Melaksanakan wajib belajar 12 tahun
10. Menyediakan alokasi APBN untuk beasiswa anak buruh atau pekerja hingga universitas, perumahan, dan transportasi publik murah untuk rakyat

Maka selain berkomitmen pada Prabowo, para peserta longmarch juga ingin menyampaikan kepada masyarakat agar tahu apa isi kesepakatan tersebut dan pastinya setelah faham maka diharapkan agar masyarakat dapat ikut serta mendukung Prabowo menjadi presiden.

Dan jelaslah sudah, dalam aksi ini tidak ada yang dirugikan meski melakukan aksi Longmarch Surabaya hingga Jakarta memakan waktu yang lama.

Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, tapi jangan sekedar memilih tanpa ikut diperjuangkan. Dukungan buruh dalam pesta demokrasi, ada alasan kuat dibaliknya. Mari kita dukung perjuangan buruh dan masyarakat untuk sejahtera.

(Khoirul Anam)

Pos terkait