Menguatkan Internal dan Menjaga Estafet Kepemimpinan Garda Metal FSPMI PARIN

Menguatkan Internal dan Menjaga Estafet Kepemimpinan Garda Metal FSPMI PARIN

Sidoarjo, KPonline–Bertempat di Villa Sabar, Tretes, Pasuruan, Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (SPLP) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. PARIN, Narwoko, memberikan sambutan hangat sekaligus motivasi mendalam dalam acara internal Musyawarah Unit (Musnit) Garda Metal. Di tengah dinamika dunia industri saat ini, ia mengajak seluruh anggota untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan, solidaritas, serta tanggung jawab moral sebagai pilar organisasi.

Dalam arahannya, Narwoko tidak menampik adanya tantangan besar dalam memperluas keanggotaan serikat pekerja di kawasan industri seperti Sidoarjo dan Pasuruan. Saat ini, kesadaran pekerja untuk berserikat secara proaktif dinilai menurun; mayoritas pekerja baru memutuskan bergabung ketika sudah membentur kasus hukum atau permasalahan kerja yang berat di perusahaan.

“Ini tantangan yang mau tidak mau harus kita hadapi. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kita tetap menjaga semangat untuk terus berbuat baik,” ujar Narwoko.

Melalui sebuah cerita personal tentang pengalamannya dibantu oleh orang saat mengalami ban bocor di wilayah Gresik, Narwoko menekankan filosofi tabur-tuai dalam berorganisasi. Baginya, pengorbanan sosial yang dilakukan oleh pengurus maupun kader Garda Metal—yang berbasis kerja sosial tanpa pamrih materi—pasti akan membuahkan hasil baik, jika tidak dirasakan langsung saat ini, maka kebaikan tersebut akan turun kepada anak cucu di masa depan.

Lebih lanjut, Ketua PUK tersebut juga mengingatkan bahwa Garda Metal bukan sekadar pelengkap, melainkan garda terdepan yang memegang tanggung jawab besar. Anggota Garda Metal kerap menjadi sorotan pekerja lain, sehingga dituntut untuk memberikan contoh yang baik dalam kedisiplinan dan loyalitas.

Narwoko memandang Garda Metal memiliki posisi strategis yang setara dengan pengurus PUK dalam hal tanggung jawab mengawal anggota. Mengingat kepengurusan organisasi akan terus berputar, ia menegaskan bahwa kader-kader inilah yang kelak memegang tongkat estafet kepemimpinan di PUK FSPMI PARIN.

“Orang bisa berganti, saya tidak tahu sampai kapan akan memimpin di sini, tetapi organisasi ini harus tetap berjalan dan terus bergerak maju,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Narwoko juga menyinggung pentingnya efisiensi dan kecerdasan dalam mengolah keuangan organisasi pasca-Musnit. Walaupun banyak ide-ide progresif seperti pelatihan lapangan yang ingin dilaksanakan, PUK tetap harus memprioritaskan anggaran secara matang agar kondisi finansial organisasi tetap seimbang.

Meski ada beberapa rencana pengadaan fasilitas seperti Pakaian Dinas Lapangan (PDL) yang sempat tertunda karena penyesuaian anggaran, Narwoko memastikan hal tersebut tetap menjadi prioritas utama organisasi. “Ibarat upah buruh, hal-hal yang menjadi hak dan penunjang perjuangan rekan-rekan akan terus kami upayakan untuk didahulukan,” pungkasnya sebelum menutup sambutan dengan salam Garda Metal.