Surabaya, KPonline – Setiap peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) setiap tahun bagi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) tidak hanya menjadi ajang unjuk rasa. Lebih dari itu, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan nostalgia bagi para buruh yang pernah aktif dalam perjuangan.
Dalam aksi yang dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, terlihat sejumlah peserta yang sudah lama tidak mengikuti kegiatan serupa kembali hadir. Mereka datang untuk bertemu kembali dengan rekan-rekan seperjuangan.
Beberapa di antaranya mengaku sudah jarang ikut aksi karena tidak lagi bekerja di perusahaan yang sama, atau telah beralih ke usaha pribadi. Meski demikian, semangat kebersamaan serta komunikasi masih terjaga dan menjadi alasan utama mereka kembali hadir di peringatan Mayday.
Momen Mayday kali ini juga terasa lebih hangat karena masih berada di bulan Syawal. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling bermaaf-maafan, layaknya suasana halal bihalal setelah Hari Raya Idul Fitri.
Salah satunya adalah Bambang, mantan pekerja di perusahaan konstruksi di Surabaya. Kini ia telah memiliki kesibukan sendiri di dunia usaha. Meski harus menempuh perjalanan jauh, Bambang tetap menyempatkan diri untuk datang.
“Berangkat dari Banyuwangi kemarin, baru sampai rumah Nganjuk pagi tadi, dan langsung meluncur ke Surabaya untuk temu kangen dengan kawan-kawan seperjuangan terdahulu,” ujarnya.
Bambang menjadi salah satu contoh dari banyak peserta aksi yang memiliki pengalaman serupa. Momen Mayday pun menjadi ruang bagi mereka untuk kembali terhubung, mengenang perjuangan, sekaligus mempererat solidaritas yang telah terjalin sejak lama, termasuk dalam suasana saling memaafkan di bulan Syawal.



