Tuban, KPonline — Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 dimanfaatkan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sebagai momentum strategis untuk mendorong terwujudnya layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Tuban melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
Gerakan ini tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan dibangun melalui tiga tahapan utama: konsep, lobi, dan aksi. Berangkat dari gagasan yang matang, FSPMI menegaskan bahwa akses terhadap layanan kesehatan bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi tanpa diskriminasi.
Saat ini, tingkat kepesertaan jaminan kesehatan di Tuban telah mencapai sekitar 95–96 persen. Masih terdapat kekurangan sekitar 2,9 persen untuk mencapai standar UHC.
FSPMI menilai capaian tersebut belum cukup. Target ambisius pun ditetapkan, yakni menembus angka 98 persen agar seluruh masyarakat benar-benar mendapatkan perlindungan kesehatan secara menyeluruh.
Upaya ini diperkuat melalui Audiensi antara Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban, Duraji, S.H., dengan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E.
Dalam proses lobi tersebut, berbagai langkah strategis mulai disiapkan, termasuk optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari sektor industri-industri di Tuban untuk membantu pembiayaan layanan kesehatan gratis.
Duraji menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya mengejar soal angka statistik, tetapi menyangkut kehidupan, masa depan, dan keadilan sosial masyarakat. “Dari konsep kita susun, dengan lobi kita dorong, dan lewat aksi kita wujudkan,” menjadi semangat utama yang terus digaungkan dalam gerakan ini.
Selain itu, FSPMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal dan mendukung realisasi UHC di Tuban. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pekerja, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan sistem layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.
Gerakan ini semakin diperkuat melalui kampanye publik dengan tagar #TubanHarusUHC dan #SuaraBuruhKekuatanPerubahan, sebagai bentuk konsolidasi dukungan sekaligus tekanan moral agar komitmen yang telah dibangun dapat segera diwujudkan.
FSPMI menyatakan optimisme dan kebanggaannya dapat berdiri bersama masyarakat dalam memperjuangkan sistem kesehatan yang adil, inklusif, dan dapat diakses oleh seluruh warga di Kabupaten Tuban.



