Mau Tahu Cara Relawan Jamkeswatch Bekasi Pererat Silaturahmi?

Bekasi, KPonline –¬†Berawal dari lahiran istri dari seorang relawan Jamkeswatch Bekasi. Sebanyak kurang lebih¬†16 orang relawan Jamkeswatch menduduki pelataran pinggir jalan yang sekaligus bersebarangan dengan salah satu Rumah Sakit di Cikarang Utara.

Tempat ini sering diklaim sebagai “kantornya kami”. Sebuah tempat untuk mereka berkumpul, yang notabene hanya warung kopi (Warkop).

Tegukan kopi hitam dan sedotan nikotin dinikmati secara berjamaah. Pertanda lekatnya mereka dengan sebuah kebersamaan dan kekompakan.

Setiap prolog diskusi yang diutarakan dari beberapa relawan Jamkeswatch tidak jauh berbicara tentang regulasi dan regulasi. Sepertinya tidak ada lain dalam hidup mereka, selain memikirkan bagaimana jaminan kesehatan di negeri ini bisa menjadi lebih baik lagi.

Sebagai relawan Jamkeswatch, terkadang mereka merasa bingung dengan sebuah regulasi yang tidak ada sosialisasi dari instansi terkait.

Relawan Jamkeswatch sering berkumpul dan bertemu untuk membahas permasalahan jaminan kesehatan.

“Ketiga regulasi tidak disosialisasikan kepada masyarakat, maka masyarakat akan dirugikan. Seharusnya pemerintah setiap membuat regulasi disosialisasi ke masyarakat, biar mereka lebih paham akan adanya regulasi yang diterapkan dan bagaimana mekanismenya. Kalau perlu jangan ada regulasi yang menyengsarakan masyarakat, bikin susah masyarakat kalo mau berobat atau mau bikin BPJS,” ujar pria brewokan yang sering disapa Agus Gemblung ini.

Agus kemudian nenambahkan, diperlukan adanya peran dari aparat setempat seperti RT, RW, Lurah, dan Camat serta pemerintah daerah setempat yang harus dilibatkan untuk membantu masyarakat.

Banyaknya pasien yang antri ketika mau berobat, tindakan pprasi yang dijadwal, membeli obat diluar dengan alasan tidak ditanggung, bahkan sampai berbulan-bukan pasien menunggu untuk tindakan operasi tetapi belum juga dilakukan.

Dari semua permasalah di atas, sepertinya pemerintah harus segera berbenah dalam menyikapi pelayanan kesehatan. Agar jangan ada istilah lagi: Orang miskin dilarang sakit.

(Jhole).