Masyarakat Dan Pedagang Kaki Lima Mengeluhkan Debu Yang Timbul Akibat Penimbunan Oleh CV. Mitra Kulim Mandiri

  • Whatsapp

 

Pelalawan, KPonline – Program Dinas Pengerjaan Umum yang dilaksanakan oleh CV. Mitra Kulim Mandiri, menuai protes dari pedagang kaki lima dan pengguna jalan yang kerap kali beraktifitas disekitaran lalu lintas.

Kendaraan timbun mengaku mengeluh akibat polusi udara, yang timbul karena kendaraan dump truck yang melintas dan pihak pelaksana tidak melakukan upaya penyiraman jalan dijalur dua area Perkantoran Bhakti Pradja, Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Jum’at (23/07/2021).

Dalam pelaksanaan pekerjaan penimbunan dan pemadatan lahan lokasi instalasi pengelolaan air minum tahap 2, yang telah berjalan sekira dua minggu pelaksanaan program timbunan oleh dinas Pengerjaan Umum (PU) yang dianggap sangat mengganggu terhadap keberlangsungan usaha pedagang kaki lima dan pejalan kaki yang biasanya melakukan kegiatan olahraga pada sore hari disekitaran area perkantoran, akan tetapi kendaraan timbun yang menyebabkan tercemarnya udara oleh debu, akibat dari tidak dilakukannya penyiraman jalan yang menjadi lalu lintas kendaraan timbun oleh pihak pelaksana, sehingga mengakibatkan penghasilan pedagang kecil menurun drastis bahkan sampai tidak mendapatkan penghasilan sama sekali, karena sepinya pengunjung yang merasa tidak nyaman dengan kondisi pengerjaan yang sampai hari ini (24/07/2021) tidak dapat dikondisikan oleh perusahaan pelaksana.

Setelah dilakukan konfirmasi kepada pengawas pada lokasi pengerjaan, pihak pelaksana mengaku belum melakukan upaya apapun untuk menanggapi polusi udara di area pengerjaan yang sangat berdampak pada penghasilan pedagang pedagang kecil disekitar area pengerjaan, sehingga pedagang terpaksa mengangkut air dari Sungai Kerinci untuk menyiram jalan agar dapat mengurangi polusi udara.

“Penimbunan mana yang tidak berdebu pak, mana bisa kita kondisikan hal seperti ini, mengenai keluhan pedagang kaki lima ya… mau gimana lagi, memang gini keadaannya”, ucap pengawas dilokasi pengerjaan dalam wawancara yang dilaksanakan oleh tim media.

Menyikapi hal tersebut pedagang mengaku sangat kecewa dengan ketidakpedulian Dinas PU dalam pengawasan pencemaran udara pada area usaha pedagang kaki lima yang berada di kawasan timbunan.

“Kalau mengeluh ya kami sangat mengeluh pak, karena penimbunan yang tidak diawasi dengan baik pelaksanaannya, mengakibatkan kami kehilangan pelanggan yang secara otomatis berdampak pada penghasilan kami, kami berharap agar pemerintah daerah dapat memperhatikan juga kepada kami masyarakat kecil”, tutur salah satu pedagang.

Menyaksikan langsung pada tempat penimbunan tidak terlihat mitra kerja CV. Mitra Kulim Mandiri yang menjadi pengawas yakni Perusahaan CV. Fast Konsultan yang seharusnya memperhatikan keluhan masyarakat yang ada di sekitar area pengerjaan jalur dua area Perkantoran Bhakti Pradja sekira pukul 16.00 WIB.

Sampai dengan berita ini dirilis tidak ada tanggapan atau respon dari Dinas Pengerjaan Umum (PU) dan pihak-pihak terkait, apabila kelurahan masyarakat yang telah disampaikan berdasarkan mekanisme aturan, dalam waktu dekat para pedagang akan melakukan aksi protes terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat.

Oleh : Hedirman waruwu
Gambar oleh : Eldrianto