Manajemen dan PUK SPL FSPMI PT. Marsol Sepakati Pensiun Dini

Bekasi, KPonline – Berkembangnya isu di PT. Marsol Abadi Indonesia – PT. Taiyo Marsol Indonesia yang beralamat di Kawasan industri EJIP, Cikarang Selatan, Bekasi, saat ini bukanlah tentang perjuangan upah 2023 atau tunjangan akhir tahun 2022.

Akan tetapi tentang adanya pensiun dini yang sedang begitu hangat menjadi perbincangan di internal pekerja PT. Marsol Abadi Indonesia – PT.Taiyo Marsol Indonesia.

Setiap di sekretariat Serikat Pekerja yang ada di perusahaan tersebut sedang disibukan dan saling mencari tahu kapan pensiun dini diterapkan. Tak hanya itu, mereka pun tengah berdiskusi bagaimana cara atau teknis pengambilannya.

Bukan FSPMI kalau tidak mempunyai cara sendiri dalam menyikapi hal itu. PUK telah mempersiapkan bagaimana cara mensosialisasikannya kepada anggota agar bisa dipahami dengan baik.

Bertempat di kantor Sekretariat FSPMI PT. Marsol Abadi Indonesia – PT. Taiyo Marsol Indonesia, para pengurus dan beberapa anggota PUK SPL FSPMI PT. Marsol Abadi Indonesia – PT. Taiyo Marsol Indonesia mengadakan diskusi ringan dengan pokok bahasan tentang pensiun dini.

Selain itu, juga dibahas tentang rumusan atau cara menghitung pesangon yang diterima ketika pensiun dini diambil. Karena sebagian besar anggota masih banyak yang belum paham atau mengetahui cara menghitungnya.

Terlebih usai kesepakatan ditanda tangani antara ketua PUK SPL FSPMI PT.Marsol Abadi Indonesia – PT.Taiyo Marsol Indonesia, Budi Lahmudi, S.H dengan HR Manajer Rogers Purba pada, Rabu (2/11/2022), langsung ditugaskan bidang 1 dan bidang 2 melakukan sosialisasi kepada anggota.

“Tolong bidang 1 dan bidang 2 sampaikan kepada anggota bahwa manajemen dan serikat pekerja sudah bersepakat terkait pensiun dini, secara detail baik teknis dan waktunya akan diumumkan oleh pihak perusahaan,” kata Budi Lahmudi.

Tidak berlebihan, karena cara ini bisa menjadi acuan ketika nominal itu keluar dan sesuai dengan hak pekerja. Sayangnya dari sekian banyak yang berencana akan mengajukan pensiun dini, hanya sebagian anggota saja yang bertanya kepada pengurus.

Tentu saja hal ini akan mengakibatkan kurangnya pengetahuan pekerja yang hendak mengambil pensiun dini tersebut.

Benar saja dari pantauan koran Perdjoeangan, Kamis (3/11/2022), tim yang ditugaskan ketua menyampaikan kepada anggota pada saat jam istirahat, namun wakil ketua bidang 2 Suparjo menjelaskan teknis, persyaratan dan kuota dalam 1 tahun. Lalu ia berpesan agar dipikirkan dengan baik sebelum mengajukan pensiun dini

“Program pensiun dini memang sudah disepakati namun agar dengan jernih dalam menyikapinya, pikirkan sampai 16 kali sebelum memutuskan untuk mengambil,” jelas RW panggilan akrab Suparjo. (Yanto)