Lembur, Seberapa Pentingkah?

Batam, KPonline – Bekerja dengan waktu yang berlebih atau biasa disebut lembur bisa dibilang sudah seperti makanan sehari hari bagi para pekerja dan tidak bisa dipisahkan. Selain itu, perusahaan juga akan membayar lebih untuk karyawan lembur.

Jadi, tak heran jika ada beberapa karyawan yang rela lembur kerja demi mendapatkan uang tambahan dari lembur. Salah satu pemateri dalam pendidikan dasar organisasi yang di laksanakan oleh PUK Primo Batam, Salimul Yufid hari ini ( 31/3/18) di Sekretariat Bersama FSPMI Batam mengatakan bahwa karyawan menghabiskan waktu terlalu banyak di perusahaan sehingga kehilangan waktu berharga dengan keluarga, komunikasi dengan pasangan dan anak-anak menjadi sangat minim, dan kurangnya kesempatan bersosialisasi di luar lingkungan pekerjaan.

Bacaan Lainnya

Berikutnya, pengorbanan kesehatan Lembur yang dilakukan secara berlebihan dapat mempengaruhi pola hidup sehat kita, sepert istirahat menjadi berkurang, olahraga terabaikan, dan stress yang tak terkendalikan. Jika pada akhirnya karyawan sakit dan tidak dapat bekerja dalam waktu tertentu, tidak hanya karyawan dan keluarganya yang akan merugi, perusahaanpun harus mengalokasikan biaya kesehatan yang lebih tinggi pula.

Lembur menurut pria yang biasa di panggil Beta ini bukan sesuatu yang buruk, untuk memperoleh pencapaian kerja di atas rata-rata memang seringkali lembur diperlukan. Tetapi ada baiknya, sebelum lembur, karyawan perlu mempertimbangkan hal-hal lain di luar pekerjaannya.

” Perlu diingat, pekerjaan memang bagian penting dalam hidup kita, tetapi kita juga mempunyai sisi kehidupan lain seperti kehidupan pribadi, keluarga, sosial kemasyarakatan, dan lainnya yang tidak bijak apabila diabaikan.” Ungkapnya.

” Jangan sampai anak kita tidak mengenal terhadap orang tuany, karena kita lembur terus, pulang malam terus” Tambahnya.

“Waktu hidup kita sangat terbatas. Waktu merupakan sumber daya paling berharga yang tak terbarukan. Sedetik terlewat tidak mungkin kembali lagi.”

Bijaksana dalam memanfaatkan waktu tidak dapat ditawar lagi.

Menyeimbangkan antara pekerjaan, masyarakat dan keluarga mungkin bukan perkara mudah. Tapi, ketika kita berhasil memadukannya, hidup kita sudah pasti jauh lebih sempurna.( Ali Gani)

Pos terkait