Lelaki Yang Pandai Menjaga Emosi

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Apa reaksi Obon Tabroni ketika Bupati Neneng mengeluarkan statement, jangan sampai Bekasi dipimpin oleh preman dan mantan bupati gagal? Biasa saja. Karena, memang, Obon merasa pernyataan itu tidak ditujukan pada dirinya. Kalaupun memang itu ditujukan pada Obon (dan kenyataanya tidak), saya yakin, sikap Obon juga akan sama. Tak akan memberikan reaksi yang berlebihan.

Jika mau, sangat mudah membalikkan omongan Neneng. Ibarat kata, apa yang dikatakan Neneng bisa jadi seperti sedang penepuk air hingga terpecik muka sendiri.

Bacaan Lainnya

“Ciptakan politik yang teduh, santun, dan jangan mencari musuh,” kata Obon satu ketika. Dalam banyak kesempatan, dia bahkan melarang para penduduknya untuk menyerang calon lain. Tidak melakukan black campaign.

Saya rasa, Obon benar. Musuh untuk dihadapi. Dikalahkan. Bukan dicaci-maki, difitnah, apalagi saling sindir di fesbuk. Jika itu yang dilakukan, hasilnya hanya akan memperbanyak sampah di media sosial.

“Fokus pada apa yang akan kita lakukan.” Dia seperti hendak mengatakan, yang utama adalah kerja. Tak ada gunanya “berbalas pantun” untuk sesuatu yang tak perlu.

Jawaban terbaik untuk semua pernyataan Neneng adalah dengan karya. Bukan sekedar kata-kata. Biarkan masyarakat yang menilai, siapa yang bersungguh-sungguh membangun Bekasi untuk kesejahteraan bagi seluruh warga masyarakat. Bukan hanya kesejahteraan bagi keluarga dan orang-orang dekat.

Sepanjang yang saya tahu, Obon memiliki kemampuan yang mengesankan dalam mengelola emosi. Tidak meledak-ledak. Tetap tenang dalam mengelola emosi — bahkan ketika berada dalam tekanan. Dalam satu obrolan di Training Centre FSPMI, dia memberikan nasehat untuk menghindari konflik. Konflik hanya akan membuat energi sia-sia.

Didekat Obon, siapapun akan terasa nyaman. Sifatnya humanis, tak ada sekat, tak membuat jarak. Ia bahkan memilih untuk berbaur dengan orang-orang kecil.

Obon disegani kawan maupun lawan. Dia bisa diterima semua kalangan. Mulai dari tukang somay hingga pejabat tinggi. Bupati yang merakyat seperti inilah yang kita butuhkan saat ini. (*)

Kontributor: Kascey

Foto: Adie Bachtiar

Pos terkait