KP Online

Suara Kaum Buruh

Berita

Lantunan Doa Untuk Almarhumah Bunda Ika Liviana Gumay Awali Konsolidasi GM DKI

Jakarta, KPonline – Jumat sore ini (19/7) DPW FSPMI DKI mengagendakan konsolidasi untuk Garda Metal DKI Jakarta. Pasca pilpres dan lebaran ini merupakan konsolidasi resmi perdana bagi Garda Metal (GM) DKI. Setelah beberapa hari yang lalu diawali dengan konsolidasi dadak di dalam Kawasan Industri Pulogadung.

Mengawali konsolidasi ini, Garda Metal DKI menyempatkan untuk melantunkan sejumlah doa untuk almarhumah ibunda Ika Liviana Gumay, istri Presiden FSPMI KSPI yang baru saja meninggal kemarin (18/7).

“Masih dalam suasana berkabungnya FSPMI mari kita tundukkan kepala sejenak, kita kirim doa untuk almarhumah bunda Ika Liviana Gumay. Semoga almarhumah diampuni seluruh dosanya, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.” ucap Dadang Cahyadi, pangkorda GM DKI.

Selanjutnya, membuka konsolidasi Garda Metal DKI, Dadang Cahyadi menyampaikan beberapa isu terbaru perjuangan buruh yang semakin berat. Terkait gaung rencana revisi UU. 13 tahun 2013 yang sengaja dihembuskan, memancing reaksi dari kaum buruh. Belum lagi tentang pemagangan dan kerja kontrak yang semakin merajalela.

“Kaum buruh sekarang sedang dijajah oleh kapitalis dan penguasa dengan aturan yang makin merugikan. Serta bergulirnya draf revisi Undang Undang ketenagakerjaan 13 tahun 2003 yang notabene akan segera menyengsarakan kaum buruh bila rencana revisi itu disetujui dengan dihilangkannya pesangon. Nasib kaum buruh makin tidak jelas dengan pemagangan dan kontrak, kalau revisi itu sampai disahkan lengkap sudah penderitaan kaum buruh, akan lebih berat lagi perjuangan kaum buruh yang mungkin bisa berdarah darah lagi perjuangannya.” ungkap Dadang Cahyadi.

“Ayo kawan kawan Garda Metal DKI kita bangun kembali pergerakan kita buruh DKI kita jangan tidur, jangan menyesal belakangan saat revisi sudah diketuk palu.” tambah pangkorda Garda Metal DKI ini.

Ketua DPW FSPMI DKI menyampaikan maksud dan tujuannya, menggugah kembali seluruh anggota Garda Metalnya untuk berjuang lagi.

“Kita tidak bisa tinggal diam dengan kondisi seperti ini, banyak kasus di internal PUK SPA FSPMI DKI dan harus terus bergerak. Di samping itu pekerjaan rumah lainnya PP 78 belum juga dicabut ditambah lagi rencana revisi UU Ketenagakerjaan no.13 tahun 2003 yang berpotensi menyengsarakan buruh oleh karena itu kembali mengingatkan dan mengajak untuk membangkitkan kembali semangat pergerakan.” jelas Winarso.

“Kita buruh FSPMI dan Garda Metal DKI harus jadi pelopor, mendului gerakan perlawanan buruh khususnya di DKI Jakarta, ramaikan lagi rumah juang kita dengan diskusi dan konsolidasi buruh supaya ghiroh dan kitoh pergerakan serta perlawanan buruh kembali seperti kemarin kemarin.” tambahnya.

“Terus terang pasca pilpres ini semua daerah lagi pada menunggu dari para pimpinan buruh langkah langkah perjuangan kedepan, tapi bukan berarti kita diam saja. Kita harus terus bersiap diri mengasah militansi buruh FSPMI DKI agar tidak mudah tumpul begitu saja.” pungkasnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Winarso, pangkorda GM DKI dengan sikap tegas menyatakan setuju dengan apa yang diutarakan tersebut.

“Kita harus bergerak dan konsolidasi ini akan terus dan harus dibangunkan dari tidurnya. Dalam waktu dekat kita akan datangi buruh buruh pabrik di perusahaannya supaya mereka buruh DKI kembali bergerak dan sadar akan ketertindasannya dari kapitalis dan penguasa.” kata Dadang Cahyadi.

(RJ).