KSPI Bersama KSBSI dan DTDA Selenggarakan Training of Trainers (TTM) II untuk Perkuat Kader Pendidikan Serikat Pekerja

KSPI Bersama KSBSI dan DTDA Selenggarakan Training of Trainers (TTM) II untuk Perkuat Kader Pendidikan Serikat Pekerja

Jakarta, KPonline-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), bekerja sama dengan Danish Trade Union Development Agency (DTDA), menyelenggarakan Training of Trainers (TTM) II pada 15–18 Juli 2026 di Hotel Acacia, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Training of Trainers (TTM) I yang bertujuan memperkuat kapasitas kader pendidikan serikat pekerja di Indonesia.

TTM II menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun sistem pendidikan serikat pekerja yang semakin kuat, terstruktur, dan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan sebagai fasilitator agar mampu menyelenggarakan pendidikan, membangun dialog sosial, serta mengembangkan pelatihan di tingkat federasi maupun perusahaan.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, KSPI menugaskan Marupi dan Aisyah dari FSPMI, serta Dimas P. Wardhana dari FSP FARKES REF-KSPI sebagai fasilitator. Sementara itu, KSBSI menugaskan Sih Aryanti dan Dian Yudianingsih sebagai fasilitator yang akan berbagi pengalaman dan memperkuat proses pembelajaran selama pelatihan berlangsung.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari DTDA. Hadir sebagai Project Coordinator DTDA Asia, Nimfa Atienza turut mendampingi pelaksanaan program sebagai bagian dari kerja sama internasional dalam memperkuat kapasitas organisasi serikat pekerja di kawasan Asia.

Melalui Training of Trainers II, para fasilitator tidak hanya mengasah kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga memperkuat metode pembelajaran partisipatif, keterampilan memfasilitasi diskusi, serta kemampuan membangun kader-kader baru yang siap menjadi penggerak pendidikan serikat pekerja di berbagai sektor.

Kolaborasi antara KSPI, KSBSI, dan DTDA diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan serikat pekerja di Indonesia. Dengan semakin banyak kader yang memiliki kemampuan sebagai fasilitator, gerakan serikat pekerja akan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan keadilan bagi seluruh pekerja.

Pelaksanaan TTM II menjadi bukti bahwa investasi dalam pendidikan kader merupakan salah satu strategi utama untuk membangun organisasi serikat pekerja yang kuat, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.