Kota yang Mulai Ditinggalkan Para Pekerja

  • Whatsapp

Batam, KPonline – Landmark Kota Batam berdiri megah di tengah pusat pemerintahan Kota Batam. Sebuah ucapan selamat datang, bagi para pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar negeri.

Batam yang dulu merupakan kota industri, berangsur menjadi kota pariwisata dengan dibangunnya titik-titik lokasi yang menjadi destinasi para pelancong.

Berbicara tentang Batam, kita tak akan bisa lepas dari Batam Centre. Lokasinya terletak di dekat Walikota, DPRD, Alun – Alun, hingga Masjid Raya.

Batam Centre yang dahulu ramai oleh buruh yang pulang kerja untuk sekedar mampir melepas lelah, saat ini mulai kosong. Di hari-hari tertentu, bahkan lebih banyak pedagang yang berjualan daripada pedagang.

Buruh yang dahulu bekerja sudah banyak ‘banting setir’ menjadi pedagang seiring banyaknya perusahaan yang angkat kaki dari Batam. Buruh yang dahulu ramai bersantai menikmati senja di kawasan Batam Centre kini berganti dengan ramainya ABG yang mojok sambil berhaha-hihi dengan sebaya.

Dimana gerangan para buruh yang dahulu meramaikan Batam? Tak sedikit perusahaan yang tutup. Saya membayangkan, kelak kota ini akan menjadi kota mati yang ditinggalkan para penghuni. Lalu yang tersisa adalah bangunan-bangunan tua, yang dihuni sekawanan laba-laba.

Tentu saja, saya tidak ingin hal itu benar-benar terjadi. Karena itu, dibutuhkan keseriusan semua pihak untuk menjadikan Batam sebagai kota mercusuar. Sebagaimana cita-cita awal ketika kawasan ini dibangun, sebagai: Singapuranya Indonesia.

Jika tidak ada keseriusan, bisa jadi, Batam hanya akan menjadi “tempat nongkrong” bagi orang-orang dari Negara tetanga. Sementara penduduknya makin tersisihkan.

Penulis: M Abdul Rohim