Karawang, KPonline – PUK SPLP-FSPMI PT Bekaert Indonesia kembali menggelar kegiatan KOPI SENJA (Konsolidasi Pintar Seputar Ketenagakerjaan) sebagai wadah komunikasi, diskusi, dan konsolidasi bersama anggota. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya organisasi untuk mempererat kebersamaan, membangun keterbukaan komunikasi, serta memperkuat solidaritas di lingkungan perusahaan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at (6/11/2026) kali ini mengangkat tema “Diskusi Perhitungan Bonus Blue Collar (BC) dan Sharing Keluh Kesah Anggota.”
Pembahasan mengenai perhitungan bonus Blue Collar (BC) menjadi salah satu agenda utama. Diskusi ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih jelas dan transparan kepada anggota mengenai mekanisme serta komponen perhitungan bonus yang mereka terima. Dengan demikian, anggota diharapkan dapat memahami hak-haknya secara lebih baik dan memiliki pemahaman yang sama terkait perhitungan tersebut.
Selain membahas bonus, kegiatan Kopi Senja juga menjadi ruang terbuka bagi anggota untuk menyampaikan berbagai keluh kesah, persoalan, kendala, maupun aspirasi yang mereka hadapi di lingkungan kerja. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan pembahasan bersama untuk mencari solusi dan langkah tindak lanjut melalui komunikasi serta mekanisme organisasi.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 134 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus, Garda Metal, Koordinator Lapangan (Korlap), serta anggota dari Tim D. Antusiasme dan kehadiran para peserta menunjukkan tingginya kepedulian anggota terhadap persoalan ketenagakerjaan sekaligus komitmen untuk terus menjaga komunikasi dan kekompakan organisasi.
Dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban, kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai perhitungan bonus, kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif serta penyampaian aspirasi dari para anggota.
Melalui Kopi Senja, PUK SPLP-FSPMI PT Bekaert Indonesia berharap tercipta komunikasi dua arah yang semakin baik antara pengurus dan anggota. Sebab, organisasi serikat pekerja yang kuat bukan hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui keterbukaan, pemahaman terhadap hak-hak pekerja, serta keberanian anggota untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Kopi Senja bukan sekadar ruang untuk berdiskusi, tetapi juga menjadi tempat menyatukan pemikiran, menyampaikan aspirasi, dan memperkuat perjuangan bersama demi kesejahteraan seluruh anggota.



