Konsolidasi PUK Sanbe Farma, Siap Turun Ke Jalan Tolak Omnibus Law

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Hari libur kerja dimanfaatkan oleh anggota PUK SPAI-FSPMI PT. Sanbe Farma untuk acara konsolidasi akbar dalam rangka penolakan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Agenda yang digagas Konsulat Cabang (KC) dan Pimpinan Cabang (PC) FSPMI Bandung Raya tersebut diselenggarakan di ruangan loker PT. Sanbe Farma Ex Hasura. Jl. Industri 2 No. 19, Sabtu tanggal 25 Juli 2020.

Bacaan Lainnya

Banyak yang hadir termasuk anggota baru untuk mendengarkan pemaparan dan diskusi langsung dengan narasumber dari Ketua KC FSPMI Bandung Raya (Jujun Juansah) dan Ketua PC SPAI FSPMI Bandung Raya (Hendrayana Hendri).

“Sebagaimana kita ketahui RUU Omnibus Law yang digulirkan pemerintah, sangat menyengsarakan buruh. Bahkan lebih buruk dari perundang undang yang ada, kontrak yang berkepanjangan, pesangon yang hilang dan yang terpuruk upah akan dibayarkan sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Ini seperti penjajahan gaya baru. Dahulu di jajah dipekerjakan dan diberi makan, dan sekarang buruh dipekerjakan hanya cukup untuk makan saja, kekurangannya berhutang kesana kemari”. Ujar Jujun Juansah.

Oleh sebab itu, buruh akan bergerak di awal bulan Agustus 2020, serta akan melakukan aksi-aksi daerah terlebih dahulu sebelum menuju Jakarta, “Tegasnya.

Selanjutnya ketua PC SPAI-FSPMI Bandung Raya Hendrayana Hendri memaparkan, “Hari ini Omnibus Law belum dilaksanakan atau disahkan akan tetapi rasa-rasanya sudah mulai diterapkan di pabrik-pabrik yang ada, PHK dengan pesangon tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, kelebihan jam kerja yang tidak dibayarkan, upah perjam yang tidak sesuai denga UMK yang ada, pekerja kontrak yang berkepanjangan dan dapat diputus kapan saja, ini program Omnibus Law juga,” ujarnya.

RUU ini harus dilawan, karena ini adalah bentuk ketidakadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, ada 13 Cluster didalamnya termasuk Cluster Cipta Kerja.

FSPMI yang berafiliasi dengan KSPI akan mengintruksikan anggotanya untuk melakukan aksi besar-besaran melawan Oligarki yang dipegang oleh segelintir elit politik, di akhir bulan Juli serta awal Agustus 2020.

(Moch Ridwan Sonjaya)

Pos terkait