Konsolidasi Akbar FSPMI Jabar : Buruh Go Politik ? Siapa Takut

  • Whatsapp

Bandung, Kponline – Rabu 27 Februari 2019 selepas ba’da dzuhur para anggota FSPMI se Bandung Raya,Purwakarta, Subang, Cianjur & Cirebon berkumpul di aula gedung HBS cimareme kabupaten bandung barat dalam rangka seminar kebangsaan dan konsolidasi organisasi denagan mengusung tema “Raih Kemenangan di Tahun Politik” antara lain mengenai program terkini dari FSPMI di seluruh Indonesia yaitu “buruh go politik”.

Acara tersebut dihadiri oleh setiap para ketua KC dan PC bahkan dari pimpinan pusat ikut menghadiri dan memotivasi.

Bacaan Lainnya

Hadir pula yang sangat di tunggu – tunggu para peserta dari siang hari presiden FSPMI Said Iqbal dan pimpinan pusat logam H.Yadun mendengar penyampaian dari presiden FSPMI
anggota yang hadir sangat bersemangat, bahkan ketua KC FSPMI Subang berjanji akan menyisihkan sebagian hartanya dan anggotanya untuk pemenangan caleg caleg yang di usung oleh FSPMI.

Yang cukup menambah pengetahuan kami ketika said iqbal berorasi tentang perburuhan dan politik yang mana di simulasikan dengan segelas air kemasan menurutnya “air ini dulunya tidak bernilai rupiah tapi setelah di kemas maka ada nilainya dan bisa di jual,ini karena ada buruh yang mau bekerja di sana” tapi kenapa buruhnya di gaji rendah padahal dulunya air kemasan ini tidak ada nilai rupiah .

Maka menurut Said Iqbal kita harus rebut kesejahteraan kita salah satunya dengan melalui alat politik dari mulai pencabutan PP no.78 agar kembali lagi dengan sistem KHL melalui survei yang sudah biasa di lakukan sebelum PP no.78 di lahirkan.

” Untuk mencapai tujuan tersebut maka FSPMI telah maelakukan kontrak politik dengan calon presiden yaitu Prabowo Subianto yang isinya adalah sepuluh tuntutan Buruh Dan rakyat atau yang singkat SEPULTURA dimana salah satunya isinya adalah mencabut PP no.78 tahun 2015″ Ujar Presiden Said Iqbal.

” Selama ini belum pernah ada calon presiden yang mau mengikat janji dengan buruh kecuali Prabowo Subianto,maka saya berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar totalitas memenangkan pilpres dan pileg di tahun 2019.”pungkasnya (Ridwan Sonjaya/ Bandung)

Pos terkait