Klasemen Liga Covid-19 : Provinsi Jawa Timur masih Posisi Puncak, Bali Masuk 10 besar

  • Whatsapp

Pasuruan, KPonline – Provinsi Jawa Timur masih memimpin puncak klasemen sementara Liga Covid-19. Hasil itu didapat setelah Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto melaporkan update terbaru jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia, Sabtu (11/7/2020) pukul 16.00 WIB.

Provinsi Jawa Timur melaporkan ada penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 409 orang. Jumlah tersebut disumbangkan dari beberapa daerah seperti Kota Surabaya 210 orang, Kab. Sidoarjo 86 orang, Kabupaten Gresik 30 orang, dan Kabupaten Jombang 17 orang.

Lalu Kota Mojokerto dan Kota Batu pasien positif corona bertambah masing-masing 14 orang, serta Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Pasuruan bertambah 13 orang dan Kabupaten Blitar bertambah 10 orang.

Hasil ini membuat Jawa Timur tetap bertahan di posisi teratas klasemen liga Covid-19 dengan total kasus positif 16.140 orang. Di hari yang sama Provinsi DKI Jakarta melaporkan kenaikan sebanyak 378 kasus baru. Sehingga jumlahnya mencapai 14.113 orang, menempati peringkat kedua.

Sementara di peringkat ketiga ada Provinsi Sulawasi Selatan dengan penambahan kasus baru sebanyak 180 menjadi total 6.800 orang. Disusul Jawa Tengah di peringkat keempat dengan penambahan kasus baru 100 menjadi total 5.403 orang. Dan di peringkat kelima Jawa Barat dengan penambahan kasus baru 73 menjadi total sebanyak 5.027 orang.

Sementara posisi enam hingga 10 besar ada Provinsi Kalimantan Selatan total kasus positif 4.069 orang , Sumatra Selatan total kasus positif 2.604 orang, Sumatra Utara 2.284, Papua total kasus positif 2.204 orang, dan Provinsi Bali dengan total kasus Positif 2.147 orang yang membuatnya masuk sepuluh besar.

Dengan terus meningkatnya kasus baru, menjaga jarak, tetap disiplin menggunakan masker dengan baik ketika bekerja atau keluar rumah, dan rajin mencuci tangan dengan sabun merupakan suatu upaya yang harus kita lakukan, agar provinsi-provinsi yang masih tinggi angka kenaikan kasusnya, akan semakin lambat kita kendalikan. Mari kita lakukan ini secara bersama-sama.
(Dede Faisal RA)