KHL 2,8 jt, UMK Batam di Prediksi Tembus 3,5 Jt

  • Whatsapp

Angka KHL bulan september 2015 di Batam disepakati DPK sebesar Rp.2.810.785,-

Sekupang, Batam, KPOnline- Setelah melakukan survei pasar dalam penentuan angka KHL di 3 titik pasar di kota Batam dan melalui perdebatan alot antar anggota DPK dari berbagai unsur pada hari ini kamis 3 september 2015 di Kantor Disnaker kota Batam di sekupang, nilai KHL bulan september 2015 di Batam disepakati semua anggota DPK sebesar Rp.2.810.785,-.

Bacaan Lainnya

Deddy Iskandar anggota DPK unsur serikat pekerja dari FSPMI kepada kontributor Koran Perdjoeangan menuturkan bahwa ada kenaikan angka KHL dibanding bulan agustus lalu sebesar +/- 1,93 % dari Rp 2.757.728 naik menjadi Rp 2.810.785,-. Lebih jauh Bung Deddy (sapaan akrab Ketua PUK SPEE FSPMI Varta Microbattery) menyampaikan kondisi pasar saat ini harga sayur mengalami penurunan.

11990643_10200884676875338_1596802184839339506_n
Aksi Buruh Batam

Sedangkan harga daging, ikan, telur, mie instan mengalami kenaikan serta pada item tempe dan tahu mengalami kenaikan lumayan dikarenakan bahan baku utama adalah kedelai yang notabene merupakan komoditi impor di kota Batam.

Deddy melanjutkan bahwa untuk survei pasar oleh Tim DPK bulan september ini bukan survei pasar yang terakhir, masih ada satu kali survei pasar lagi di bulan oktober nanti lanjutnya.

Adapun mekanisme penentuan UMK dan UMKU Kota Batam untuk tahun 2016 sejauh ini masih belum disepakati oleh semua unsur DPK terkait pengambilan keputusannya.

Dihubungi secara terpisah, Yoni Mulyo Widodo selaku pimpinan Konsulat Cabang FSPMI Kota Batam mengatakan bahwa sejauh ini Tim DPK unsur serikat pekerja masih dalam sesuai aturan melaksanakan tugasnya. Yoni berharap bahwa penentuan upah di Kota Batam tahun 2016 yang dilaksanakan perundingannya akhir tahun ini dapat memuaskan pekerja. Pasalnya menurut Yoni dengan upah yang saat ini masih terbilang cukup rendah untuk golongan upah pekerja lajang di kota Batam dan diperparah kondisi ekonomi yang sedang melambat seperti sekarang ini mengakibatkan daya beli buruh menurun.

Seharusnya pemerintah bisa bijaksana melihat fakta di lapangan bahwa ketika upah buruh naik daya beli konsumsi buruh juga akan naik, dengan begitu laju perekonomian di kota Batam bertumbuh baik lanjut Yoni.

Yoni juga menambahkan bahwa menurut data investasi kota Batam yang di dapat dari BP Batam, pada semester pertama 2015 investasi di Batam sangat baik dengan masuknya seratus lebih investor asing di kota Batam.

Jadi, tidak benar bahwa selama ini faktor demo buruh menjadi momok investasi jika semua pihak melihat data real yang ada tadi pungkas Yoni.(Darmo J / Eksan H)

Pos terkait