Jakarta, KPonline-Dalam perjalanan panjang menuju lokasi aksi ke DPR RI pada Kamis, (16/4/2026) tak menyurutkan semangat para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Di dalam sebuah bus rombongan, Supriyanto, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (SPLP) FSPMI, menyampaikan pesan tegas terkait perjuangan buruh yang masih terus berlanjut.
Supriyanto tampak duduk di tengah rombongan anggota buruh FSPMI lainnya. Dengan nada serius, ia menyampaikan bahwa perjuangan yang mereka lakukan bukan sekadar rutinitas aksi, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap nasib pekerja di seluruh Indonesia.
“Perjuangan ini bukan untuk kita saja, tapi untuk seluruh kaum buruh,” ujar Supriyanto.
Menurut Supriyanto, momentum aksi yang dilakukan saat ini menjadi sangat penting, terutama dalam mendesak pemerintah dan DPR agar segera menghadirkan kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak kepada buruh.
Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan seperti sistem outsourcing, upah layak, hingga kepastian kerja masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.
“Kalau kita tidak bergerak, siapa lagi yang akan memperjuangkan hak-hak kita?” lanjutnya.
Perjalanan menuju lokasi aksi juga dimaknai sebagai simbol solidaritas perjuangan rakyat pekerja. Para buruh FSPMI datang dari berbagai daerah, seperti; DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten meninggalkan pekerjaan dan keluarga, demi satu tujuan yaitu memperjuangkan keadilan di tempat kerja.
Aksi yang mereka ikuti merupakan juga merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). FSPMI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar tidak merugikan pekerja.
Di akhir penyampaian, Supriyanto mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan disiplin selama aksi berlangsung. Ia berharap seluruh peserta tetap solid dan tidak mudah terprovokasi.
Perjalanan dalam bus itu pun menjadi lebih dari sekadar perjalanan aksi. Ia berubah menjadi ruang konsolidasi, penguatan semangat, dan penegasan bahwa perjuangan buruh, khususnya FSPMI masih terus hidup dan akan terus dilanjutkan.