Bogor, KPonline – PUK SPAI FSPMI PT Framas Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat organisasi dan tetap berusaha memastikan estafet regenerasi akan tetap berlanjut. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) VI pada Sabtu (15/08/2026)di Pertiwi Village, Cisarua, Bogor, yang menghasilkan ketua beserta kepengurusan baru untuk periode 2026-2029.
Sehari kemudian, pada Minggu (16/08/2026), agenda organisasi dilanjutkan melalui Rapat Kerja Unit Kerja (RAKERNIK). Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi organisasi sekaligus menyusun program kerja dan arah perjuangan ke depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rahmat Binsar selaku Ketua Umum PP SPAI FSPMI, yang memberikan penguatan kepada jajaran pengurus dan anggota. Turut hadir juga Amir Mahfudz selaku Bidang Organisasi PC SPAI FSPMI Bekasi, yang mengawal jalannya Rakernik dari awal hingga selesai.
Dalam sambutannya, Rahmat Binsar menekankan bahwa regenerasi bukan sekadar pergantian pengurus, tetapi bagian penting untuk memastikan perjuangan serikat pekerja tetap hidup dan berkelanjutan.
Organisasi harus terus melahirkan kader-kader baru yang memahami persoalan buruh, memiliki keberanian untuk berjuang, serta mampu melanjutkan estafet kepemimpinan.
Rahmat juga mengingatkan bahwa perjuangan kelas pekerja tidak cukup hanya dilakukan di tingkat perusahaan. Perjuangan buruh juga harus masuk ke ruang politik dan kebijakan negara.
Ia mencontohkan perjuangan melalui Partai Buruh dalam perkara Nomor 168/PUU-XXI/2023 di Mahkamah Konstitusi, yang diputus pada 31 Oktober 2024.
Putusan tersebut mengabulkan sebagian permohonan dan memberikan harapan akan perubahan penting terhadap norma ketenagakerjaan yang harus dituang dalam Undang-undang ketenagakerjaan baru yang masih dalam proses penyusunan draft di DPR RI.
Bagi FSPMI, perjuangan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan buruh harus dibangun di berbagai lini. Namun, kemenangan hukum tidak boleh berhenti di ruang persidangan.
Putusan MK harus terus dikawal agar diterjemahkan menjadi kebijakan ketenagakerjaan yang benar-benar melindungi dan berpihak kepada kelas pekerja.
MUSNIK VI telah melahirkan kepengurusan baru. Rakernik kemudian menjadi ruang untuk menerjemahkan mandat tersebut ke dalam program kerja.
Sebab bagi buruh, organisasi bukan sekadar struktur kepengurusan. Organisasi adalah alat perjuangan. Untuk FSPMI regenerasi juga menjadi penting, dan PUK FRAMAS telah memulainya
Terbukti dengan kehadiran peserta dalam agenda MUSNIK VI dan RAKERNIK dengan dihadiri oleh anggotanya yang hampir seluruhnya adalah pekerja muda. (Ocha)