Banjarnegara, KPonline – Semangat pergerakan buruh di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali menggeliat. PUK SPLP FSPMI PT.Veronique Indonesia kembali bangkit dan melakukan restrukturisasi kepengurusan pada awal Agustus 2026.
Kebangkitan PUK SPLP FSPMI PT.Veronique Indonesia menjadi bagian dari semakin berkembangnya kesadaran pekerja di Banjarnegara akan pentingnya berserikat.
Serikat pekerja tidak hanya menjadi wadah untuk memperjuangkan hak dan kepentingan anggota, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas, kebersamaan, serta hubungan industrial yang lebih baik.
Restrukturisasi kepengurusan tersebut ditetapkan melalui SK PP SPLP FSPMI Nomor: 040/SK/PP/SPLP-FSPMI/VIII/2026, tertanggal 5 Agustus 2026. Kepengurusan baru ini akan menjalankan amanah organisasi untuk periode 2026–2030.
Adapun susunan kepengurusan PUK SPLP FSPMI PT. Veronique Indonesia periode 2026–2030 adalah :
– Ketua: Nur Cahyo Setiadi
– Wakil Ketua I: Ahmad Solehun
– Wakil Ketua II: David Anggoro
– Wakil Ketua III: Achmad Saifulloh
– Wakil Ketua IV: Wahid Haryanto
– Sekretaris: Trianto
– Wakil Sekretaris I: Haryadi
– Wakil Sekretaris II: Farid Kobul Putrawan
– Wakil Sekretaris III: Taopiq Sodikin
– Wakil Sekretaris IV: Muhammad Nur Hidayat
– Bendahara: Rizky Wahyu Hidayat
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PUK SPLP FSPMI PT Veronique Indonesia diharapkan mampu membangun kembali kekuatan organisasi di lingkungan perusahaan sekaligus memperluas gerakan kesadaran berserikat di wilayah Banjarnegara.
Kebangkitan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi anggota, meningkatkan komunikasi antara pengurus dan pekerja, serta menjalankan fungsi organisasi secara profesional dan bertanggung jawab.
Ketua Umum PP SPLP-FSPMI, Supriyanto berharap semangat berserikat di PT.Veronique Indonesia terus tumbuh dengan penuh kesadaran dalam berserikat untuk mencapai kesejahteraan buruh dan keluarganya
“Saya berharap kawan-kawan Veronique terus tumbuh dan menjadi energi baru bagi perjuangan kaum buruh di Banjarnegara,” kata dia.
Dengan persatuan dan organisasi yang kuat, pekerja dapat bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan, serta hubungan industrial yang berkeadilan. “Bangkit, bersatu, berjuang, dan menang bersama FSPMI”. (Yanto)