Ketua PC SPLP FSPMI Tangerang Raya: Regenerasi Itu Disiapkan, Bukan Dadakan

Ketua PC SPLP FSPMI Tangerang Raya: Regenerasi Itu Disiapkan, Bukan Dadakan

Tangerang, KPonline – Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu kunci utama keberlanjutan perjuangan serikat pekerja dalam memperjuangkan dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Hal tersebut ditegaskan Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam, Pertambangan (PC SPLP) FSPMI Tangerang Raya, Nadif, S.Kom., saat membuka Rapat Kerja Unit Kerja (RAKERNIK) ke-1 PUK SPLP FSPMI PT Sinar Masanda Industri (SMI), Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kampung Tapos, Jambe, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, tersebut mengusung tema “Regenerasi Melanjutkan Kesejahteraan Pekerja”. RAKERNIK ini menjadi momentum penting bagi pengurus dan anggota untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja yang berorientasi pada perjuangan hak-hak dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Nadif mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur karena dapat berkumpul dan melaksanakan RAKERNIK dalam suasana yang kondusif, serta dalam keadaan sehat walafiat.

Ia menegaskan bahwa serikat pekerja bukan sekadar wadah untuk berhimpun, melainkan organisasi perjuangan yang memiliki tanggung jawab besar dalam membela, melindungi, dan memperjuangkan kepentingan pekerja.

“Sebagai anggota dan pengurus serikat pekerja, sejatinya kita adalah pejuang kesejahteraan anggota. Perjuangan itu harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh agama,” ujarnya.

Nadif juga mengingatkan bahwa pengurus serikat pekerja harus memiliki sikap tegas dan konsisten dalam memperjuangkan hak-hak anggota. Menurutnya, organisasi harus mampu menjalankan fungsinya secara optimal agar kepentingan pekerja tetap terlindungi di tengah dinamika hubungan industrial dan kepentingan bisnis perusahaan.

Ia berharap PUK SPLP FSPMI PT Sinar Masanda Industri dapat menjadi wadah perjuangan yang efektif bagi para pekerja untuk memperoleh, mempertahankan, dan meningkatkan hak-haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pengurus serikat pekerja memiliki tugas untuk memperjuangkan, membela, dan melindungi hak-hak setiap anggotanya. Karena itu, organisasi harus benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja,” tegasnya.

Selain menyoroti penguatan organisasi, Nadif turut menekankan pentingnya persiapan menghadapi perjuangan upah tahun 2027. Ia berharap perkembangan regulasi di bidang ketenagakerjaan dapat menjadi momentum untuk mendorong perbaikan kebijakan upah minimum, termasuk upah minimum sektoral, khususnya di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, perjuangan upah tidak dapat dilakukan secara spontan tanpa persiapan yang matang. Dibutuhkan kesiapan organisasi, data yang akurat, argumentasi yang kuat, serta keterlibatan aktif seluruh pengurus dan anggota.

Oleh karena itu, PUK SPLP FSPMI PT Sinar Masanda Industri diharapkan dapat mengambil peran maksimal dalam mengawal perjuangan kenaikan upah tahun mendatang. Setiap langkah perjuangan harus dirancang secara terukur agar aspirasi pekerja dapat disampaikan secara efektif dan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan persiapan yang lebih terarah, organisasi diharapkan mampu memperkuat posisi tawar pekerja dalam memperjuangkan kebijakan pengupahan yang lebih baik demi peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya.

Sesuai dengan tema yang diusung, Nadif memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya regenerasi di tubuh organisasi serikat pekerja. Baginya, regenerasi merupakan keharusan untuk memastikan bahwa estafet perjuangan tetap berjalan dan tidak terhenti ketika terjadi pergantian kepemimpinan.

“Regenerasi itu hukumnya wajib. Regenerasi menjadi tongkat estafet untuk melanjutkan perjuangan kesejahteraan pekerja, baik bagi pengurus maupun anggota. Organisasi harus memastikan bahwa perjuangan ini terus berjalan dan tidak berhenti pada satu generasi kepemimpinan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa regenerasi tidak boleh dilakukan secara mendadak hanya ketika masa kepengurusan berakhir atau ketika organisasi membutuhkan pemimpin baru. Sebaliknya, proses tersebut harus dipersiapkan sejak dini melalui pembinaan, pendidikan organisasi, pelibatan kader dalam berbagai kegiatan, serta pemberian kesempatan kepada generasi penerus untuk belajar dan mengambil tanggung jawab.

Menurut Nadif, regenerasi bukan semata-mata pergantian orang dalam struktur kepengurusan. Lebih dari itu, regenerasi merupakan proses membangun kader yang memahami nilai-nilai organisasi, memiliki kemampuan memimpin, berani memperjuangkan hak-hak pekerja, serta mempunyai komitmen untuk meneruskan cita-cita kesejahteraan bersama.

Dengan demikian, organisasi tidak hanya kuat pada masa kepemimpinan saat ini, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menghadapi tantangan perjuangan pada masa mendatang.

Menutup sambutannya, Nadif berharap seluruh pengurus dan anggota PUK SPLP FSPMI PT Sinar Masanda Industri dapat memanfaatkan RAKERNIK ke-1 ini untuk menyusun program kerja yang berkualitas, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan anggota.

Ia mendorong setiap ketua bidang agar tidak sekadar menyusun program sebagai formalitas organisasi, tetapi memastikan setiap rencana kegiatan memiliki tujuan yang jelas, dapat dilaksanakan, dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja.

Di sisi lain, seluruh anggota juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung serta mengawal pelaksanaan program kerja yang telah disepakati bersama. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pengurus, tetapi juga oleh partisipasi, solidaritas, dan kekompakan seluruh anggota.

Melalui RAKERNIK ke-1 ini, PUK SPLP FSPMI PT Sinar Masanda Industri diharapkan mampu membangun fondasi organisasi yang semakin kuat, mempersiapkan kader penerus, serta merumuskan strategi perjuangan yang lebih terarah, terutama dalam menghadapi perjuangan upah 2027 dan berbagai tantangan hubungan industrial.

Semangat regenerasi yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi modal penting bagi keberlanjutan perjuangan serikat pekerja. Sebab, perjuangan yang kuat bukan hanya tentang siapa yang memimpin hari ini, melainkan juga tentang siapa yang telah dipersiapkan untuk melanjutkannya esok hari.

Pos terkait