Bandung, KPonline – Ketua DPW FSPMI Provinsi Jawa Barat, Supriyadi yang akrab disapa Piyong, menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) VI PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang di Ballroom Hotel Golden Flower, Bandung, Kamis (22/10/2026). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SPAMK FSPMI Karawang yang selama ini konsisten mengirimkan perwakilan dalam berbagai aksi yang diinstruksikan oleh DPW FSPMI Jawa Barat maupun DPP FSPMI. Supriyadi yang juga merupakan bagian dari Pangkornas Garda Metal DPP FSPMI menilai partisipasi tersebut menjadi bukti nyata solidaritas dan kekompakan organisasi.
Supriyadi menyoroti perjuangan kaum buruh dalam mengawal persoalan upah, termasuk proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung dan Pengadilan Negeri Jakarta. Menurutnya, keberhasilan perjuangan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan anggota yang terus mengawal prosesnya secara langsung. Ia menceritakan bagaimana buruh hadir dan rutin mengawal jalannya proses hukum demi memperjuangkan kepentingan pekerja. “Kalau kita tidak bergerak, tidak punya ide atau gagasan, UMSK tahun 2026 tidak akan selesai. Semua ini berkat perjuangan kita bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Supriyadi menyampaikan rencana audiensi dengan Gubernur Jawa Barat pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan pengupahan. Ia menegaskan, apabila audiensi tidak terlaksana atau tidak memberikan penyelesaian yang diharapkan, buruh siap menggelar aksi di Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate. Menurutnya, perjuangan harus terus dilakukan melalui langkah organisasi yang terukur agar aspirasi buruh mendapatkan perhatian dan persoalan upah dapat diselesaikan.
Terkait pengupahan tahun 2027, Supriyadi menjelaskan bahwa rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) di Jawa Barat telah dilaksanakan. Saat ini, pihaknya menunggu instruksi organisasi melalui KSPI Jawa Barat untuk menentukan langkah perjuangan berikutnya. Ia juga menekankan besarnya potensi kekuatan SPAMK FSPMI Karawang yang memiliki 46 PUK. Jika setiap PUK mengirimkan lima orang untuk bergerak bersama mengawal kebijakan pengupahan di Bandung, menurutnya, hal itu akan menjadi kekuatan kolektif yang signifikan dalam menyuarakan aspirasi buruh.
Menutup sambutannya, Supriyadi mengajak seluruh anggota SPAMK FSPMI Karawang untuk terus menjaga persatuan, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan partisipasi dalam setiap agenda perjuangan organisasi. Ia menegaskan bahwa perubahan kebijakan yang berpihak kepada pekerja membutuhkan keterlibatan aktif dan konsistensi seluruh anggota. Melalui Muscab VI ini, ia berharap PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang semakin solid, mampu memperkuat barisan organisasi, serta terus memperjuangkan kesejahteraan buruh dan keluarganya.



