Cirebon, KPonline – Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (PC SPLP) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II di Hotel Sapadia Cirebon, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026).
Muscab II kali ini mengusung tema “Melangkah Tanpa Banyak Bicara, Berjuang dari Hati untuk Kerja Nyata” tema tersebut menjadi semangat bagi organisasi untuk terus memperkuat konsolidasi, menjaga solidaritas, serta mewujudkan perjuangan yang memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal DPP FSPMI Sabilar Rosyad, Ketua Umum PP SPLP FSPMI, Supriyanto beserta jajaran, pengurus KC FSPMI Cirebon Raya, pengurus PC SPLP FSPMI, Ketua PC SPAI FSPMI Cirebon Raya, serta perwakilan PUK SPLP FSPMI se-Cirebon Raya.
Suasana pembukaan Muscab II terasa istimewa dengan penampilan Tari Topeng Cirebon, seni pertunjukan tradisional khas Jawa Barat yang sarat nilai filosofi dan budaya.
Ketua Panitia, Rahmat Fuji Santoso mengatakan Tari Topeng Cirebon tidak sekadar menjadi hiburan pembuka, tetapi juga menghadirkan pesan tentang perjalanan hidup manusia, pembentukan karakter, dan proses pendewasaan diri.
“Dalam tradisi dan penafsirannya, tarian ini kerap dikaitkan dengan perjalanan spiritual manusia serta penyebaran Islam di wilayah Cirebon,” katanya
Lebih lanjut ia mengatakan Setiap topeng menggambarkan karakter dan watak manusia yang berbeda. Pergantian karakter dalam tarian tersebut menjadi simbol perjalanan manusia dari fase kehidupan yang satu menuju fase berikutnya, hingga mencapai kematangan jiwa dan kebijaksanaan.
Filosofi Tari Topeng juga kerap dihubungkan dengan empat tahapan tasawuf dalam Islam, yakni syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Nilai-nilai tersebut memberikan pesan tentang pentingnya proses, keteguhan prinsip, serta pembentukan karakter dalam menjalani kehidupan.
Nuansa filosofis ini selaras dengan semangat Muscab II SPLP FSPMI Cirebon Raya. Sebuah organisasi pekerja tidak hanya membutuhkan kekuatan dalam jumlah anggota, tetapi juga karakter, integritas, dan komitmen para pengurusnya dalam memperjuangkan kepentingan kaum buruh.
Melalui Muscab II ini, diharapkan lahir kepengurusan yang mampu memperkuat organisasi, membangun solidaritas antaranggota, serta menjalankan program kerja yang berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Tema “Melangkah Tanpa Banyak Bicara, Berjuang dari Hati untuk Kerja Nyata” menjadi pengingat bahwa keberhasilan perjuangan tidak cukup diukur dari banyaknya kata-kata, tetapi dari konsistensi dalam bekerja, keberanian memperjuangkan hak, dan hasil nyata yang dirasakan anggota.
Muscab II SPLP FSPMI Cirebon Raya pun menjadi momentum untuk melanjutkan perjuangan organisasi dengan semangat kebersamaan, memperkuat barisan, dan menghadirkan kerja nyata bagi kaum pekerja.