Subang, KPonline-Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di kawasan wisata alam Curug Capolaga, Kabupaten Subang.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5/7/2026) ini, mengusung tema filosofis yang kuat: “Biarlah kemudi patah, biarlah layar robek. Itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang.” Agenda kaderisasi ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus, Pleno, Bipartit, hingga anggota Garda Metal PUK Hino.
Dalam sambutannya, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta sekaligus mantan Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Hino, Fuad, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kekompakan yang ditunjukkan para anggota belakangan ini.
Ia menyoroti aksi mogok kerja yang sempat dilakukan oleh pekerja PT Hino sebagai bukti nyata bahwa organisasi masih sangat solid.
“Setelah kemarin saya lihat ada aksi mogok kerja di PT Hino, jiwa saya rasanya membara lagi. Seharusnya mogok kerjanya lebih lama lagi,” kata Fuad.
Menurut Fuad, aksi tersebut menjadi indikator penting bahwa PUK SPAMK FSPMI PT Hino tetap kompak dan bersatu dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
Lebih lanjut, Fuad mengingatkan pentingnya agenda LDK ini sebagai sarana regenerasi. Ia mengungkapkan bahwa banyak jajaran pengurus inti saat ini yang mulai memasuki usia senja dan akan segera menghadapi masa pensiun. Beberapa nama diantaranya adalah Supriyadi Piyong, Suryadi Gurning, Arif Rosidi, hingga Purwoto.
“Jadi siapa lagi penggantinya kalau bukan kalian semua yang saat ini mengikuti kegiatan LDK,” tegas Fuad.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, para kader harus memiliki modal fisik dan mental yang kuat. Kurangnya ketahanan fisik dinilai akan menjadi kendala dalam menjalankan tugas-tugas organisasi ke depan.
“Selain fisik, kepemimpinan juga harus ditopang dengan mental yang baik. Seperti yang ditunjukkan Ketua PUK Suryadi Gurning dalam aksi mogok kerja kemarin, itu memerlukan keberanian dan mental yang luar biasa kuat,” pungkasnya.
Kemudian dihadapan peserta, Fuad menekankan pentingnya sikap disiplin di dalam organisasi serikat pekerja. Ia mengimbau agar tidak ada lagi ego pribadi ketika keputusan organisasi sudah bulat diambil.
“Jangan sampai ketika diperintah mogok, masih ada yang bekerja atau malah mengambil lembur. Apalagi jika dia seorang anggota Garda Metal. Sikap disiplin harus kembali ditegaskan agar hal-hal tersebut tidak terjadi,” tuturnya.
Selain aspek fisik dan kedisiplinan, Fuad juga menyuntikkan pentingnya nilai spiritual kepada para kader. Ia mengingatkan agar para buruh tidak melupakan Tuhan, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
“Satu-satunya penolong kita di saat menghadapi kesusahan adalah Tuhan. Apabila kita menghadapi jalan buntu atau kesulitan, pasti selalu ada jalan keluar jika kita dekat dengan Tuhan,” kata Fuad.
Fuad pun berpesan agar seluruh pekerja PT Hino tetap bertahan di bawah payung serikat pekerja dan tidak mudah tergiur untuk mengambil pesangon, mengingat tantangan ekonomi di luar sana saat ini jauh lebih sulit.
Ia menegaskan bahwa PUK PT Hino memegang peranan penting bagi peta pergerakan buruh di wilayah Purwakarta.
“Hino itu dinamonya pergerakan di Purwakarta. Kalau Hino melempem, gerakan buruh FSPMI di Purwakarta pasti ikut melempem. Ingat, kalau kita tidak kompak dan tidak solid, kita pasti kalah,” tutupnya dengan tegas.