Ketika Disahkan, Omnibus Law CK, Tidak Lenyap Dalam 14 Hari Seperti Corona

Cimahi, KPonline – Virus Covid-19 masih terus menjadi topik di headline-headline media, karena jumlah kasus positif masih terus bertambah.

KOMPAS.com melansir, pernyataan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Kamis sore.

Bacaan Lainnya

Hingga Kamis (2/4/2020) pukul 12.00 WIB, total ada 1.790 kasus pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia.

Jumlah ini bertambah 113 pasien dalam 24 jam terakhir. (KOMPAS.com)

Seperti diketahui, disarankan Pemerintah dalam menghentikan Covid-19 ini adalah dengan melakukan upaya pencegahan penyebaranya, yaitu dengan menjaga jarak fisik, membiasakan mencuci tangan sampai dengan menerapkan kebijakan Work From Home, dan ini semua harus dilakukan sekurangnya 14 hari, guna menghentikan laju penyebaran virus ini.

Tetapi tahukah anda yang lebih berbahaya dari Virus covid-19 saat ini? Betul, ancaman pengesahaan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai akan sangat merugikan kaum pekerja khususnya, karena ketika sudah disahkan menjadi Undang-undang, Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini tidak bisa hilang dalam 14 hari, bahkan mungkin bisa berlaku seumur hidup hingga ada pencabutan kembali dengan mekanisme yang diatur dalam Undang-undang.

Seperti diketahui, Pemerintah terus memaksakan pembahasan pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini meski berbagai elemen masyarakat diseluruh Indonesia baik dari unsur Mahasiswa , Ormas, terlebih dari unsur Serikat Pekerja yang paling dirugikan, terus melakukan penolakan terhadap disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini.

Asep Rosid

Pos terkait