Jepara, KPonline-Menghitung hari menjelang peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Jepara Raya hari ini mengadakan konsolidasi akbar, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan konsolidasi akbar berlangsung di Sekretariat KC FSPMI Jepara Raya. Diperkirakan seratusan buruh dibawah naungan KC FSPMI Jepara Raya akan mengikuti konsolidasi tersebut.
Tingkatan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Tengah, Pimpinan Cabang (PC) FSPMI di Jepara dikabarkan ikut andil melengkapi jalannya konsolidasi.
Konsolidasi hari ini merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI yang meminta seluruh daerah memaksimalkan mobilisasi massa aksi pada May Day.
Yopy mengatakan, May Day merupakan momentum untuk membangkitkan kembali gerakan buruh yang lebih terorganisir, kuat dan patuh terhadap instruksi.
“May Day adalah sejarah besar perjuangan kaum buruh. Semangat tersebut kita jadikan sebagai momentum membangunkan gerakan buruh. Gerakan yang terorganisir, kuat dan satu komando untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan yang masih jauh dari sejahtera,” kata Yopi.
Momentum May Day dengan jumlah massa aksi yang masif sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi kebijakan ketenagakerjaan yang menghawatirkan dan dipenuhi ketidakpastian.
Menurutnya, massa aksi yang masif secara tidak langsung akan memperkuat posisi tawar pekerja/buruh di tengah gencarnya tuntutan kepada pemerintah untuk segera mengesahkan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan baru yang lebih adil sebelum bulan Oktober tahun ini.
“Kekuatan kaum buruh adalah kekuatan massa. Massa aksi yang masif adalah titik tekan posisi tawar kaum buruh untuk mendorong pengesahan UU Ketenagakerjaan yang baru, lebih adil sebelum bulan Oktober tahun ini,” imbuh Yopi.
Selain membahas substansi perjuangan May Day, konsolidasi hari ini juga membahas teknis pelaksanaan aksi. Hal tersebut tegak lurus dengan instruksi DPP FSPMI yang menyerukan bahwa aksi May Day adalah aksi yang konstitusional, damai dan tertib.
Sampai dengan berita ini dilansir, konsolidasi masih berlangsung dan diikuti seratusan peserta konsolidasi.