Karyawan PTPN III (Persero) Nyatakan Sikap : “Tuntut Berantas Mafia Tanah Penghambat Investasi Negara”

Medan, KPonline – Bertempat di halaman kantor PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III (Persero) Jln.Sei Batanghari No.2 Medan, Selasa (28/06) ratusan karyawan PTPN III (Persero), deklarasikan ” Kami Juga Rakyat, Tuntut dan Berantas Mafia Tanah yang menghambat Investasi Negara”

Pantauan Koran Perdjoeangan Online, acara deklarasi dihadiri oleh Tengku Rinel,SE selaku Senior Executive Vice Presiden (SEVP) Business Support PTPN III (Persero), Dr.Christian Orchard Perangin-angin SH.M.Kn.CLA, Selaku Kepala Bagian Umum dan unsur pejabat teras PTPN III (Persero) lainnya.

Deklarasi Ratusan Karyawan PTPN III khususnya dibidang pengamanan yang merupakan utusan dari seluruh Unit Kerja Wilayah PTPN III ditandai dengan penandatanganan stempel merah yang menandakan Karyawan PTPN III (Pesero) khususnya Pengamanan, siap menjaga produksi dan aset Negara.

Tengku Rinel,SE. selaku SEVP Business Support PTPN III (Persero) dalam sambutannya menyatakan “Selama ini Karyawan PTPN III (Persero) selalu dianggap bukan bagian dari Rakyat Indonesia, dianggap tidak pro dengan kepentingan rakyat, padahal lebih kurang puluhan ribu Karyawan PTN III(Persero) adalah bagian dari rakyat Indonesia yang memiliki kontribusi nyata bagi kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional serta kemajuan angsa Indonesia.

Makin merajalelanya Mafia Tanah yang berkedok petani merupakan penghambat dari investasi Negara di PTPN III (Persero) khususnya untuk memastikan kebutuhan minyak goreng bagi rakyat, jika memang benar oknum tersebut merupakan petani, harusnya Dia bekerja dengan penuh tanggung jawab diatas tanah yang diperolehnya dengan cara-cara yang baik.

Petani di Indonesia adalah petani yang bermartabat dan memiliki Integritas apalagi Indonesia dikenal sebagai Negara Agriculture, bukan malah mengambil kesempatan diatas tanah Negara, mengadu domba Rakyat dan Negara”

Kata sambutan Tengku Rinel,SE. ini ditanggapi dengan gegap gempita oleh ratusan karyawan yang hadir, dengan teriakan” Kami siap mengamankan aset negara, dan melawan semua mafia tanah yang menghambat investasi”

Sementara Dr.Christian Orchard Perangin angin, SH.M.Kn.CLA selaku Kepala Bagian Umum,dalam paparannya dihadapan ratusan karyawan, menegaskan” Indonesia adalah Negara yang berdaulat, kemudian sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PTPN III (Persero) memiliki tanggung jawab untuk mendukung program Pemerintah, dan sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum, PTPN III (Persero) secara otomatis sangat mendukung kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) yakni, Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia, Badan Pertanahan Nasional dan Instansi terkait untuk memberantas Mafia Tanah di Indonesia.

“Kami tidak mengeneralisir seluruh petani, namun beberapa oknum yang selalu menyatakan diri sebagai petani menurut Saya merupakan bagian dari ekosistem Mafia Tanah di Sumatera Utara”

Mafia Tanah yang berkedok sebagai petani sangat kontradiktif apabila dilihat dari karakteristik Petani Indonesia yang sebenarnya.

Karateristik petani Indonesia, selalu bekerja dengan baik, tidak memperkaya diri sendiri, memiliki tujuan hidup yang positif demi kepentingan keluarganya dan memiliki tanggungjawab untuk mengusahakan tanaman pertanian diatas tanah miliknya sendiri, bukan sebaliknya seperti oknum petani yang selalu mengambil kesempatan dengan cara melanggar hukum demi sebuah keuntungan diatas tanah Negara”.

“Kami karyawan PTPN III (Persero) juga bagian dari Rakyat Indonesia, sebaiknya jangan ada perbedaan dan menganggap karyawan PTPN III (Persero) bukan menjalankan tugas Negara, bahkan sering dianggap tidak pro terhadap Rakyat, padahal ribuan Karyawan PTPN III merupakan Rakyat Indonesia juga”

“Sudah saatnya kami Rakyat Indonesia yang ada di PTPN III (Persero) bersuara untuk mendukung program Pemerintah tentang kedaulatan pangan khususnya untuk memastikan kebutuhan minyak goreng, Membantu Aparat Penegak Hukum dan Badan Pertanahan Nasional guna mengurai permasalahan tanah di Indonesia agar kedepannya bangsa ini menjadi Bangsa yang Adil dan Makmur” tegas Orchard memaparkan.

Ditempat yang sama,
Dini Sriwati S.Sos, MM, seorang ahli komunikasi internasional, yang juga terdaftar sebagai karyawan pelaksana PTPN III (Persero), saat diminta pendapatnya terkait dengan komunikasi dibidang keamanan, menjelaskan” Tentang Teknik Komunikasi Pengamanan di PTPN III, (Persero) serta Laporan Pengamanan dan Hukum, sudah berlangsung dengan baik dan tertib.

Dia berharap seluruh anak bangsa dapat hidup berdampingan dengan damai, jauh dari perpecahan demi tercapainya Negara yang Adil dan Makmur serta rakyat yang sejahtera, terhindar dari Praktek Mafia Tanah yang sangat merugikan negara” Jelas Dini Singkat menutup komunikasi (Anto Bangun)

Daftar Sekarang