Jamkeswatch Surabaya Advokasi Pasien Kanker

  • Whatsapp

Surabaya KPonline – Mendapati adanya pengaduan di bidang kesehatan, yang dimana ada salah satu pasien yang sedang menjalani rawat jalan di RSUD Dr. Soetomo – Surabaya, terindikasi mengalami dugaan keterlambatan pelayanan penanganan medis, membuat relawan Jamkeswatch Surabaya akhirnya turun tangan untuk melakukan pendampingan.

Sunandi (40th) pasien asal Warugunung – Surabaya ini, diduga mengalami permasalahan keterlambatan pelayanan medis di salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya, yang akhirnya menyebabkan kondisi kesehatan pasien tersebut kini semakin melemah.

Bacaan Lainnya

Selasa (18/09/2018) relawan Jamkeswatch Surabaya asal PUK SPL FSPMI PT DCP bersama pasien dan didampingi oleh keluarga pasien, berangkat ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pasien yang juga merupakan salah satu peserta BPJS Kesehatan kelas 2 ini.

Saat berdiskusi dengan dokter di Poli Bedah Syaraf, termasuk kepastian penjaminan atas tindakan yang akan dilakukan, akhirnya dokter memutuskan pasien saat itu juga harus menjalani kemoterapi, dengan alasan bahwa pasien yang divonis sebagai penderita kanker ini, ternyata sudah memasuki stadium 4.

Seperti diketahui, penyakit ini bermula saat pasien merasa kesulitan untuk menelan makanan, yang kemudian oleh pihak keluarga dibawa ke RS Wiyung Sejahtera, dan setelah di lakukan observasi terhadap pasien tersebut, pihak rumah sakit akhirnya menyarankan agar pasien di rawat inap/opname.

Setelah beberapa hari di rawat di RS tersebut, dan pasien pun tak kunjung mengalami perubahan, akhirnya oleh pihak RS Wiyung Sejahtera pasien di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dan selama di RSUD Dr. Soetomo, pasien ternyata hanya sekedar mendapatkan anjuran rawat jalan dari dokter di poli THT, dan pasien pun telah melewati semua pemeriksaan lab darah dan sebagainya, guna untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh pasien tersebut.

Setelah selang beberapa minggu hanya menjalani rawat jalan di poli THT tanpa mendapatkan solusi penanganan medis yang kongkrit untuk mengatasi masalah kesulitan menelan makanan yang di alami oleh pasien, akhirnya membuat kondisi kesehatan pasien pun semakin melemah, hal itu disebabkan karena pasien kurang cukup dalam mengonsumsi makanan.

Mendapati hal tersebut, pasien pun segera di masukkan ke ruangan IGD oleh pihak keluarga, yang akhirnya langsung mendapatkan penanganan medis dari dokter di IGD berupa Biopsi dan operasi Gastrostomi (pasang selang lewat lambung untuk bantuan supaya makanan bisa masuk), dan pasca operasi, pasien tersebut sempat dirawat selama satu minggu di RSUD Dr Soetomo.

“Tiap 2 hingga 3 kali pertemuan dalam seminggu, Pak Sunandi harus ke rumah sakit untuk konsultasi ke dokter dan untuk perawatan luka pasca operasi plus penggantian selang setiap satu minggu.” Ujar salah satu keluarga pasien.

“Karena di poli THT sudah tidak ada tindakan lagi, akhirnya Pak Sunandi dialihkan ke poli Bedah Syaraf, yang disitu menurut informasi dari pihak dokter, tindakan yang bisa diberikan hanya cuma bersifat supported/bantuan saja yakni hanya bisa buat rawat luka bekas pasca operasinya.” Tambahnya.

Salah satu relawan Jamkeswatch Surabaya yang pada saat itu turun langsung mendampingi pasien pun turut angkat bicara terhadap kejadian yang menimpa pasien ini.

“Yang sangat di sayangkan adalah keluhan awal yang dialami oleh pasien saat memberitahu kepada pihak dokter bahwa pasien merasa kesulitan dalam menelan makanan, dirasa kurang di tanggapi serius oleh pihak dokter. Dan akhirnya setelah mendapati hasil seperti ini, yang dimana pasien ternyata menderita penyakit kangker, bahkan kini ternyata memasuki stadium 4, pasien kembali yang harus menjadi korban.” Ujar Harsono.

“Seharusnya dengan pengalaman dokter yang begitu banyak menangani pasien dan memperoleh informasi yang lebih banyak terkait hal medis dibandingkan orang awam seperti kita, paling tidak mereka bisa tahu gejala awal penyakit kangker itu bagaimana dan langkah penanganan pertama apa yang harus diberikan kepada pasien untuk memberikan penanganan medis yang terbaik terhadap setiap pasien, gunanya apa? Ya untuk menghindari agar satu penyakit tersebut tidak menjadi semakin parah, gak cuma sekedar cek lab sana sini aja.” Tambah relawan sosial asli kelahiran Surabaya ini.

Saat berita ini diterbitkan, kabar terbaru yang masuk di Media Perdjoeangan, menerangkan bahwa pasien hari ini (Rabu, 19/09/2018) dikabarkan akan kembali menjalani rawat inap di RSUD Dr Soetomo, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

(Robin – Surabaya)

Pos terkait