Jadilah Provokator Terbaik Untuk Perubahan

  • Whatsapp
Rekernas Gerakan Selamatkan Indonesia. MEDIA PERDJOEANGAN/Kahar S. Cahyono

Jakarta, KPonline – Saat memberikan sambutannya di acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GSI, di Hotel Alia-Cikini, Jakarta, pada Sabtu (11/8/2018), Ketua Umum Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI), Ratna Sarumpaet, mengatakan, kita harus menjadi provokator terbaik. Kita harus bisa memprovokasi rakyat dengan menyatakan kepada mereka pentingnya perubahan.

Menurutnya, memprovokasi rakyat dengan menyatakan kepada mereka pentingnya perubahan adalah salah satu tugas GSI.

“Mari kita berubah, tekadnya berubah, cara berpikirnya berubah, cara bicaranya berubah. Kita harus bisa berubah,” ujar Ratna.

Tokoh pergerakan perempuan dan aktivis Hak Asasi Manusia  ini menegaskan, untuk melakukan perubahan perlu melakukan berbagai pendekatan, termasuk terus berusaha membuka hati rakyat Indonesia, bahwa mereka selama ini dikibulin (oleh rezim saat ini).

Dalam Rakernas GSI yang diikuti oleh para presidium dan perwakilan GSI dari 34 provinsi se-Indonesia tersebut, juga menghadirkan Dr. Rizal Ramli sebagai Keynotes. Selain itu, sejumlah panelis juga hadir. Di antaranya, Presiden KSPI Said Iqbal, Rocky Gerung, Salamuddin Daeng, Marwan Batubara,  dan Samuel Langkey.

Dan para peserta Rakernas GSI yang dipandu oleh mantan Jubir Presiden Gus Dur, Adhie Masardi. GSI bertekad untuk bersatu menyongsong Indonesia bangkit menuju perubahan di negeri ini dengan memanfaatkan momen Pilpres 2019.

Saat memberikan sambutan mewakili pulau Kalimantan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi Kalimantan Selatan, Yoeyoen Indharto menyerukan dalam Pemilu 2019 untuk memilih Prabowo Subianto sebagai presiden.

Menurutnya, pembangunan saat ini hanya terpusat di Jawa. Sementara di daerah tempat tinggalnya, Kalimantan Selatan, belum diperhatikan secara maksimal. Karena itu, ia berharap tahun depan akan terpilih pemimpin yang bisa menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita tidak boleh abu-abu. Harus tegas menentukan pilihan. Harapan saya, dalam Rakernas ini, GSI akan memilih Prabowo Subianto sebagai presiden pada Pemilu 2019,” kata Yoeyoen.